Tautan Terkait :
- Mahkamah Agung RI
- Kepaniteraan MA RI
- Badan Pengawasan MA RI
- Ditjen Badilag
- PTA Surabaya
- Pemkab Ngawi
- Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan

Seminar Evaluasi Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kembali digelar sebagai bagian dari proses pembinaan aparatur sipil negara yang profesional dan berintegritas. Kegiatan ini diikuti oleh Araisa Namia, S.T., CPNS Pengadilan Agama Ngawi, dengan mengusung inovasi bertajuk digitalisasi pelaporan kerusakan sarana dan prasarana berbasis QR Code. Seminar tersebut dilaksanakan pada Senin, 20 April 2026, bertempat di Kampus Badan Strategi dan Diklat Hukum dan Peradilan c.q. Pusdiklat Manajemen. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menguji sekaligus mengevaluasi hasil aktualisasi peserta selama menjalani masa pelatihan dasar.
Seminar ini dihadiri secara daring oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Ngawi, Ahsan Dawi, S.H., S.H.I., M.S.I., yang juga bertindak sebagai mentor dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mentor secara virtual tidak mengurangi esensi pembimbingan, karena proses diskusi dan evaluasi tetap berlangsung aktif dan konstruktif. Dalam kesempatan tersebut, mentor memberikan berbagai masukan strategis guna penyempurnaan inovasi yang dipresentasikan.
Adapun inovasi yang diangkat oleh peserta berfokus pada digitalisasi sistem pelaporan kerusakan sarana dan prasarana melalui pemanfaatan teknologi QR Code. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kendala dalam pelaporan manual yang dinilai kurang efektif dan efisien. Dengan sistem berbasis QR Code, diharapkan setiap pengguna fasilitas dapat dengan mudah melaporkan kerusakan secara cepat, akurat, dan terdokumentasi secara sistematis. Dalam pemaparannya, Araisa Namia, S.T. menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk meningkatkan responsivitas pengelolaan sarana prasarana sekaligus mendukung transformasi digital di lingkungan peradilan agama. Selain itu, inovasi ini juga bertujuan untuk meminimalisasi keterlambatan penanganan kerusakan serta meningkatkan transparansi dalam proses pelaporan. Peserta juga memaparkan tahapan implementasi, mulai dari perancangan QR Code, integrasi dengan sistem pelaporan, hingga evaluasi penggunaan.

Kegiatan seminar berlangsung dengan interaktif dan penuh antusiasme dari para penguji maupun peserta lainnya. Berbagai pertanyaan, saran, dan kritik disampaikan sebagai bagian dari proses evaluasi guna menyempurnakan inovasi yang diusulkan. Diskusi yang berkembang menunjukkan bahwa digitalisasi menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan dalam mendukung kinerja lembaga peradilan yang modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dalam sesi evaluasi yang berlangsung cukup mendalam, mentor menyoroti pentingnya keberlanjutan inovasi agar tidak hanya berhenti pada tahap aktualisasi Latsar, tetapi dapat benar-benar diimplementasikan secara nyata di satuan kerja. Ia juga menekankan perlunya sinergi antara sumber daya manusia dan dukungan teknologi agar inovasi dapat berjalan optimal. Selain itu, aspek keamanan data menjadi perhatian utama mengingat sistem yang dibangun berbasis digital dan melibatkan pelaporan secara terbuka. Peserta menerima berbagai masukan tersebut dengan baik dan menunjukkan kesiapan untuk melakukan perbaikan. Proses evaluasi ini juga menjadi sarana pembelajaran yang berharga dalam meningkatkan kapasitas peserta sebagai calon aparatur sipil negara. Tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga pada proses berpikir kritis dan solutif dalam menghadapi permasalahan di lingkungan kerja. Hal ini mencerminkan tujuan utama dari pelatihan dasar CPNS, yaitu membentuk ASN yang kompeten, berintegritas, dan inovatif.
Menutup kegiatan, Ahsan Dawi menyampaikan pesan yang menjadi refleksi penting bagi peserta, “Inovasi bukan hanya tentang ide baru, tetapi tentang keberanian untuk menghadirkan solusi yang berdampak nyata dan berkelanjutan.” Dengan terselenggaranya seminar ini, diharapkan inovasi yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di lingkungan Pengadilan Agama Ngawi.

Pertemuan rutin Dharmayukti Karini Cabang Ngawi dilaksanakan pada Jumat, 17 April 2026, bertempat di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama Ngawi. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat kebersamaan antaranggota Dharmayukti Karini di lingkungan peradilan Kabupaten Ngawi. Acara tersebut dihadiri oleh Istri Ketua Pengadilan Negeri Ngawi, Istri Wakil Ketua Pengadilan Agama Ngawi Lailatul Hidayati, para ibu hakim, serta seluruh anggota Dharmayukti Karini Cabang Ngawi.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai agenda rutin organisasi yang dikemas dalam suasana Halal Bi Halal pasca Hari Raya Idulfitri. Tujuan utama kegiatan adalah mempererat hubungan kekeluargaan, meningkatkan solidaritas, serta menjaga keharmonisan antaranggota. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah komunikasi dan koordinasi dalam mendukung peran Dharmayukti Karini di lingkungan peradilan.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Dharmayukti Karini Cabang Ngawi yang dalam hal ini disampaikan oleh Ibu Ketua Pengadilan Negeri Ngawi selaku ketua cabang. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan dalam organisasi. Setelah itu, sambutan tuan rumah disampaikan oleh Hakim Pengadilan Agama Ngawi, Sapuan, S.H.I., M.H., yang mewakili PA Ngawi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang penuh kehangatan tersebut.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengocokan arisan yang berlangsung meriah dan penuh antusias dari para peserta. Suasana semakin semarak dengan adanya pembagian doorprize yang menambah keceriaan dalam acara tersebut. Tidak hanya itu, kegiatan juga diramaikan dengan bazar UMKM yang diinisiasi oleh anggota Dharmayukti Karini, di mana para ibu-ibu turut menjual berbagai produk makanan dan kerajinan. Bazar ini menjadi bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi keluarga besar peradilan. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh keakraban di antara para peserta.


Kegiatan Halal Bi Halal ini juga menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan peradilan. Para peserta tampak saling berinteraksi hangat dan menikmati seluruh rangkaian acara hingga selesai. Kehadiran seluruh unsur Dharmayukti Karini Cabang Ngawi menunjukkan tingginya antusiasme dalam menjaga tradisi organisasi. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai agenda tahunan yang mempererat tali silaturahmi. “Kebersamaan bukan hanya tentang hadir bersama, tetapi tentang saling menguatkan dalam setiap langkah,” demikian pesan yang disampaikan dalam penutup acara.
Page 11 of 101
Jam Pelayanan :
Hari Senin - Kamis : 08.00 - 16.00 WIB
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB
___________________________
Hari Jumat : 07.30 - 16.00 WIB
Istirahat : 11.00 - 13.00 WIB
Copyright © 2024 Team IT Pengadilan Agama Ngawi