Tautan Terkait :
- Mahkamah Agung RI
- Kepaniteraan MA RI
- Badan Pengawasan MA RI
- Ditjen Badilag
- PTA Surabaya
- Pemkab Ngawi
- Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan
Badan Strategi Kebijakan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia menyelenggarakan Ujian Pelatihan Fungsional Arsiparis Terampil Angkatan III pada Selasa, 29 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti secara daring melalui aplikasi Zoom oleh peserta dari berbagai satuan kerja di lingkungan Mahkamah Agung RI. Pengadilan Agama Ngawi turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan mengikutsertakan Arsiparis Terampil, Lilik Sumiyati, A.Md. Pelaksanaan ujian dari Pengadilan Agama Ngawi berlangsung di ruang perpustakaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan profesionalisme aparatur dalam melaksanakan tugas dan fungsi kearsipan.
Dalam pelaksanaannya, Lilik Sumiyati, A.Md. mengikuti seluruh rangkaian ujian dengan aktif dan penuh kesungguhan. Ujian tersebut menjadi sarana untuk mengukur pemahaman, kemampuan, serta kompetensi peserta dalam menjalankan tugas sebagai Arsiparis Terampil. Keikutsertaan secara daring memungkinkan Pengadilan Agama Ngawi tetap berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti arahan dan ketentuan ujian yang telah ditetapkan oleh penyelenggara. Antusiasme dan keaktifan Lilik Sumiyati dalam mengikuti kegiatan tersebut kemudian mendapatkan apresiasi dari penyelenggara.


Apresiasi tersebut ditunjukkan dengan diraihnya prestasi sebagai Juara 1 Peserta Teraktif oleh Lilik Sumiyati, A.Md. Penghargaan tersebut menjadi catatan positif bagi Pengadilan Agama Ngawi dalam keikutsertaannya pada Ujian Pelatihan Fungsional Arsiparis Terampil Angkatan III. Prestasi ini juga mencerminkan partisipasi aktif peserta selama mengikuti kegiatan yang dilaksanakan secara daring. Selain menjadi bentuk apresiasi terhadap peserta, pencapaian tersebut diharapkan dapat mendorong semangat untuk terus meningkatkan kompetensi di bidang kearsipan. Kompetensi arsiparis yang baik memiliki peran penting dalam mendukung tertib administrasi, pengelolaan arsip, serta penyediaan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan di lingkungan peradilan.

Keikutsertaan Pengadilan Agama Ngawi dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat komitmen satuan kerja dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kearsipan. Pengelolaan arsip yang profesional merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung kelancaran administrasi dan akuntabilitas lembaga peradilan. Prestasi yang diraih Lilik Sumiyati, A.Md. menjadi motivasi untuk terus mempertahankan semangat belajar dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas. “Keaktifan dalam mengikuti pelatihan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan memberikan kontribusi terbaik bagi tertibnya pengelolaan kearsipan di satuan kerja,” menjadi pesan yang relevan dari kegiatan tersebut. Dengan semangat peningkatan kompetensi dan profesionalisme, Pengadilan Agama Ngawi berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kapasitas aparatur dalam menunjang pelayanan peradilan yang efektif dan akuntabel.
Pengadilan Agama (PA) Ngawi mengikuti kegiatan Kuliah Umum yang disampaikan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., sekaligus Sosialisasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Islam Malang (UNISMA), pada Kamis, 24 September 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh PTA Surabaya tersebut diikuti secara daring melalui aplikasi Zoom. Dari PA Ngawi, kegiatan berlangsung di Media Center PA Ngawi. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris PA Ngawi, Benny Hardiyanto, S.H., serta Kepala Subbagian Kepegawaian, Organisasi, dan Tata Laksana, Muhammad Ali Qoyyimuddin, S.H.I. Keikutsertaan tersebut merupakan bentuk partisipasi PA Ngawi dalam kegiatan pengembangan wawasan dan peningkatan kompetensi aparatur peradilan.
Dalam kuliah umum tersebut, Ketua PTA Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., menyampaikan materi yang berkaitan dengan pengembangan kapasitas dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan peradilan agama. Kuliah umum menjadi sarana untuk memperluas wawasan aparatur sekaligus mendorong peningkatan kompetensi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab kedinasan. Penyampaian materi juga memberikan ruang bagi peserta untuk memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengembangan pendidikan dan kompetensi secara berkelanjutan. Hal tersebut sejalan dengan kebutuhan aparatur peradilan untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi perkembangan tugas dan tuntutan pelayanan publik. Peserta dari PA Ngawi mengikuti kegiatan dengan tertib melalui Media Center dan menyimak seluruh rangkaian acara yang disampaikan secara daring.


Selain kuliah umum, kegiatan tersebut juga diisi dengan Sosialisasi RPL UNISMA. Sosialisasi ini memberikan informasi mengenai program Rekognisi Pembelajaran Lampau sebagai salah satu mekanisme pengakuan atas capaian pembelajaran atau pengalaman yang telah dimiliki seseorang untuk memperoleh pengakuan akademik sesuai ketentuan yang berlaku. Informasi mengenai RPL diharapkan dapat memberikan wawasan kepada aparatur yang ingin melanjutkan atau mengembangkan pendidikan formal dengan mempertimbangkan pengalaman dan capaian pembelajaran yang telah diperoleh sebelumnya. Kegiatan sosialisasi juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk memahami lebih lanjut mengenai program pendidikan yang ditawarkan serta mekanisme yang berkaitan dengan RPL. Dengan adanya kegiatan ini, aparatur PA Ngawi mendapatkan tambahan informasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan kapasitas dan pendidikan.
Kegiatan Kuliah Umum Ketua PTA Surabaya dan Sosialisasi RPL UNISMA berlangsung secara daring dengan diikuti oleh satuan kerja di lingkungan peradilan agama. Kehadiran Sekretaris PA Ngawi Benny Hardiyanto, S.H., dan Kasubbag Kepegawaian, Organisasi, dan Tata Laksana Muhammad Ali Qoyyimuddin, S.H.I., menunjukkan keterlibatan PA Ngawi dalam agenda peningkatan kompetensi dan pengembangan sumber daya manusia. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh materi dari Ketua PTA Surabaya, tetapi juga mendapatkan informasi mengenai peluang pengembangan pendidikan melalui program RPL UNISMA. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong aparatur untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas diri dalam mendukung pelaksanaan tugas di lingkungan peradilan agama. Semangat pembelajaran berkelanjutan menjadi bagian penting dalam mewujudkan aparatur yang profesional dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Pengembangan kompetensi dan pendidikan merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga setiap kesempatan untuk belajar dan berkembang perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.”
Pengadilan Agama Ngawi melaksanakan Pemeriksaan Setempat (PS) terhadap objek sengketa harta bersama pada Kamis, 24 September 2026. Pemeriksaan dilaksanakan di Dusun Ngawi, Desa Ngawi, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, sebagai bagian dari rangkaian pemeriksaan perkara yang sedang ditangani Pengadilan Agama Ngawi. Pemeriksaan Setempat dipimpin langsung oleh Majelis Hakim yang terdiri atas Ahsan Dawi, S.H., S.H.I., M.S.I., Muh. Yusuf, S.H.I., M.H., dan Lusiana Mahmudah, S.H.I., M.H. Dalam kegiatan tersebut, Majelis Hakim didampingi Panitera Pengganti Hidayat Mursito, S.H., serta Jurusita Pengganti Nur Fitriyan Syah, S.H. dan Rizki Diah Emelia, A.Md. Pemeriksaan dilakukan untuk memperoleh gambaran secara langsung mengenai kondisi dan keberadaan objek yang menjadi sengketa.
Perkara yang diperiksa berkaitan dengan sengketa harta bersama, dengan objek perkara berupa sebidang tanah dan bangunan, satu unit mobil, serta satu unit sepeda motor. Pemeriksaan Setempat dilakukan dengan mendatangi lokasi objek sengketa agar Majelis Hakim dapat melihat secara langsung kondisi fisik dan keadaan objek sebagaimana yang menjadi pokok perkara. Dalam pemeriksaan tersebut, Majelis Hakim melakukan pencermatan terhadap objek yang diperiksa serta mencatat hal-hal yang relevan dengan perkara. Pemeriksaan secara langsung di lokasi diharapkan dapat memberikan gambaran faktual yang lebih jelas dalam mendukung proses pemeriksaan perkara. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum acara yang berlaku.

Pemeriksaan Setempat merupakan bagian dari proses pemeriksaan perkara yang dilakukan untuk membantu Majelis Hakim memperoleh informasi faktual mengenai objek sengketa. Melalui kegiatan ini, kondisi objek yang disengketakan dapat diketahui secara langsung sehingga data yang diperoleh dapat menjadi bagian dari bahan pemeriksaan perkara. Selain melakukan pencermatan terhadap objek tanah dan bangunan, pemeriksaan juga berkaitan dengan objek bergerak berupa mobil dan sepeda motor yang termasuk dalam sengketa harta bersama. Kehadiran tim Pengadilan Agama Ngawi di lokasi menjadi bentuk pelaksanaan tugas peradilan secara profesional dan cermat. Pemeriksaan tersebut juga diharapkan dapat mendukung proses penyelesaian perkara berdasarkan fakta dan bukti yang terungkap dalam persidangan.



“Pemeriksaan Setempat merupakan bagian dari ikhtiar Majelis Hakim untuk memperoleh gambaran yang objektif mengenai kondisi objek sengketa, sehingga pemeriksaan perkara dapat dilakukan secara cermat dan berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan.”
Pelaksanaan Pemeriksaan Setempat di Dusun Ngawi, Desa Ngawi, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, pada 24 September 2026 berjalan dengan tertib. Kegiatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pemeriksaan sengketa harta bersama yang ditangani Pengadilan Agama Ngawi. Hasil pemeriksaan setempat selanjutnya akan menjadi bagian dari bahan pertimbangan Majelis Hakim dalam proses pemeriksaan perkara sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pengadilan Agama Ngawi terus berkomitmen melaksanakan setiap tahapan persidangan secara profesional, objektif, dan berintegritas. Dengan pelaksanaan pemeriksaan yang cermat, diharapkan proses penyelesaian perkara dapat berjalan secara tepat dan memberikan kepastian hukum bagi para pihak.
Pengadilan Agama Ngawi mengikuti kegiatan Pelatihan Kecerdasan Artifisial: Kejahatan, Batas Etika dan Pemanfaatan di Pengadilan yang diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan, Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (Badan Strajak, Diklat Hukum dan Peradilan) melalui Pusdiklat Teknis Peradilan. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom pada 21 s.d. 25 September 2026. Pengadilan Agama Ngawi mengikuti pelatihan dari Ruang Ketua Pengadilan Agama Ngawi dengan dihadiri oleh Ketua Pengadilan Agama Ngawi, Miftahul Huda, S.Ag., M.H. Pelatihan ini menjadi sarana peningkatan pemahaman aparatur peradilan mengenai perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) serta dampaknya terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi peradilan. Kegiatan tersebut juga membahas berbagai peluang pemanfaatan AI sekaligus risiko, aspek etika, keamanan, dan perlindungan data yang perlu diperhatikan dalam lingkungan peradilan.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai Pemanfaatan AI dalam Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Yudisial Hakim, Risiko AI dalam Sistem Peradilan, serta Kecerdasan Artifisial dan Perubahan Lanskap Peradilan. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai perkembangan teknologi AI dan potensi pemanfaatannya untuk mendukung pelaksanaan tugas yudisial. Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai berbagai bentuk kejahatan siber di ranah sosial, ekonomi, perbankan, dan personal. Pembahasan tersebut menjadi penting seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam berbagai aspek kehidupan dan proses hukum. Melalui materi yang diberikan, peserta diharapkan mampu memahami perkembangan teknologi secara kritis sekaligus mengantisipasi berbagai risiko yang dapat muncul dalam penerapannya.

Materi pelatihan juga mencakup AI dalam Pemeriksaan Perkara dan Perubahan Karakter Pembuktian, Kapasitas Hakim dalam Menghadapi Manipulasi Bukti dan Bias Algoritma, serta Evolusi Teknologi hingga AI Generatif. Selain aspek teknologi, pelatihan memberikan perhatian terhadap Etika Yudisial, Independensi Hakim, dan Pelindungan Data pada Era AI. Peserta juga mempelajari tantangan hukum dalam produksi serta penggunaan informasi digital, praktik penegakan hukum dan pembuktian perkara digital, hingga arah tata kelola penerapan AI dalam peradilan. Rangkaian materi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan AI tidak hanya menghadirkan peluang untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan, tetapi juga menimbulkan tantangan baru dalam menjaga integritas proses peradilan. Oleh karena itu, pemanfaatan AI dalam lingkungan peradilan perlu dilakukan secara hati-hati, bertanggung jawab, transparan, dan tetap menempatkan prinsip hukum serta etika yudisial sebagai landasan utama.
Keikutsertaan Ketua Pengadilan Agama Ngawi, Miftahul Huda, S.Ag., M.H., dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan wawasan mengenai perkembangan teknologi yang semakin berpengaruh terhadap dunia hukum dan peradilan. Pelatihan ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami batas-batas pemanfaatan AI agar teknologi dapat digunakan sebagai sarana pendukung tanpa mengesampingkan independensi dan kewenangan hakim. Pemahaman terhadap risiko manipulasi bukti digital dan bias algoritma menjadi salah satu aspek penting dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi. Di sisi lain, perlindungan data dan informasi perkara harus tetap menjadi perhatian dalam setiap pemanfaatan teknologi berbasis AI. Dengan pemahaman yang memadai, aparatur peradilan diharapkan dapat menyikapi perkembangan kecerdasan artifisial secara adaptif sekaligus tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian dan profesionalisme.

“Kecerdasan artifisial dapat menjadi sarana pendukung bagi peradilan modern, tetapi etika, independensi, integritas, dan perlindungan data harus tetap menjadi batas utama dalam setiap pemanfaatannya.”
Pelatihan yang berlangsung pada 21 s.d. 25 September 2026 tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta mengenai perkembangan AI, potensi kejahatan siber, perubahan karakter pembuktian, serta tantangan hukum yang menyertainya. Bagi Pengadilan Agama Ngawi, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk terus meningkatkan kapasitas dalam menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi digital di lingkungan peradilan. Pemanfaatan AI ke depan perlu diarahkan pada tata kelola yang bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum, etika yudisial, independensi hakim, keamanan informasi, dan pelindungan data. Dengan demikian, perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi peradilan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat kesiapan aparatur peradilan dalam menghadapi perubahan lanskap hukum dan teknologi di era kecerdasan artifisial.
Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya menyelenggarakan Rapat Koordinasi Tim Inovasi Teknologi Informasi wilayah PTA Surabaya di Kantor PTA Surabaya pada 22–25 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan satuan kerja di wilayah PTA Surabaya sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan pengembangan inovasi di bidang teknologi informasi. Pengadilan Agama Ngawi turut hadir dalam kegiatan tersebut yang diwakili oleh Pranata Komputer Ahli Pertama, Muhammad Ismail Hasan, S.Kom. Rapat koordinasi membahas berbagai aplikasi inovasi yang dikembangkan dan digunakan di lingkungan PTA Surabaya. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman serta meningkatkan sinergi antar-satuan kerja dalam pemanfaatan teknologi informasi.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta melakukan pembahasan mengenai aplikasi inovasi yang menjadi bagian dari pengembangan layanan berbasis teknologi informasi di lingkungan peradilan agama. Materi yang dibahas mencakup pemanfaatan aplikasi, pengembangan fitur, pengelolaan sistem, serta berbagai hal teknis yang berkaitan dengan implementasi inovasi teknologi informasi. Kehadiran perwakilan dari Pengadilan Agama Ngawi menjadi bagian dari keterlibatan satuan kerja dalam mendukung penguatan transformasi digital di lingkungan peradilan agama. Melalui forum tersebut, peserta juga dapat bertukar pengalaman dan menyampaikan masukan terkait penerapan aplikasi inovasi di masing-masing satuan kerja.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan koordinasi Tim Inovasi Teknologi Informasi sekaligus mendorong terciptanya inovasi yang dapat mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Pembahasan dilakukan secara bersama-sama agar pengembangan aplikasi dapat berjalan secara terarah, sesuai kebutuhan, dan dapat memberikan manfaat bagi satuan kerja maupun pengguna layanan. Selain membahas aspek teknis, rapat koordinasi juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara PTA Surabaya dengan Pengadilan Agama di wilayahnya. Dengan adanya koordinasi yang berkesinambungan, berbagai inovasi teknologi informasi diharapkan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal. Penguatan inovasi tersebut merupakan salah satu bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola serta pelayanan peradilan berbasis teknologi informasi.
Perwakilan Pengadilan Agama Ngawi, Muhammad Ismail Hasan, S.Kom., mengikuti rangkaian kegiatan dengan berpartisipasi dalam pembahasan dan koordinasi terkait aplikasi inovasi yang dikembangkan oleh PTA Surabaya. Keikutsertaan tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan teknis yang dapat mendukung pengelolaan teknologi informasi di Pengadilan Agama Ngawi. Hasil pembahasan selama kegiatan juga dapat menjadi bahan untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi di satuan kerja. Selain itu, forum koordinasi ini membuka ruang untuk berbagi pengalaman mengenai kendala, kebutuhan, dan pengembangan aplikasi inovasi. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berorientasi pada pembahasan teknis, tetapi juga pada penguatan kolaborasi antar-satuan kerja di wilayah PTA Surabaya.

“Koordinasi dan kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan inovasi teknologi informasi yang bermanfaat, berkelanjutan, dan mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan peradilan.”
Rapat Koordinasi Tim Inovasi Teknologi Informasi wilayah PTA Surabaya diharapkan dapat menghasilkan pemahaman dan langkah tindak lanjut yang mendukung pengembangan aplikasi inovasi secara berkelanjutan. Sinergi antara PTA Surabaya dan Pengadilan Agama di wilayahnya menjadi bagian penting dalam menghadirkan pemanfaatan teknologi informasi yang semakin efektif. Pengadilan Agama Ngawi melalui perwakilannya turut mendukung proses tersebut dengan mengikuti rangkaian kegiatan dan pembahasan secara aktif. Hasil koordinasi selanjutnya diharapkan dapat diterapkan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing satuan kerja. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama untuk terus mendorong transformasi digital dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan peradilan.
Page 8 of 132
Jam Pelayanan :
Hari Senin - Kamis : 08.00 - 16.00 WIB
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB
___________________________
Hari Jumat : 07.30 - 16.00 WIB
Istirahat : 11.00 - 13.00 WIB
Copyright © 2024 Team IT Pengadilan Agama Ngawi