Tautan Terkait :
- Mahkamah Agung RI
- Kepaniteraan MA RI
- Badan Pengawasan MA RI
- Ditjen Badilag
- PTA Surabaya
- Pemkab Ngawi
- Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan
Pengadilan Agama Ngawi menggelar Rapat Kesekretariatan pada Rabu, 16 September 2026, bertempat di Media Center Pengadilan Agama Ngawi. Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Pengadilan Agama Ngawi, Benny Hardiyanto, S.H., dan dihadiri oleh seluruh jajaran kesekretariatan. Turut hadir Kepala Subbagian Perencanaan, Teknologi Informasi, dan Pelaporan (PTIP) Antoni Windika, S.H., Kepala Subbagian Kepegawaian, Organisasi, dan Tata Laksana Muhammad Ali Qoyyimuddin, S.H.I., serta Kepala Subbagian Umum dan Keuangan M. Luthfi Hapsoro, S.H. Rapat tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari koordinasi, evaluasi, dan penguatan pelaksanaan tugas kesekretariatan. Sejumlah agenda strategis dibahas untuk memastikan seluruh program kerja berjalan sesuai target dan dapat mendukung peningkatan kinerja Pengadilan Agama Ngawi.
Dalam rapat tersebut, salah satu pembahasan utama berkaitan dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Disampaikan bahwa dokumen SAKIP telah disusun, termasuk Rencana Strategis (Renstra) dan dokumen pendukung lainnya. Selain itu, Perjanjian Kinerja perlu dilakukan penyesuaian menyusul adanya perubahan dan pergantian pimpinan di lingkungan Pengadilan Agama Ngawi. Pembahasan juga mencakup evaluasi Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), dengan penekanan agar capaian seperti Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara (IP ASN) dan indikator lainnya dapat ditingkatkan dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam aspek perencanaan, rapat membahas adanya pengembangan indikator yang sebelumnya hanya berfokus pada efektivitas capaian RO, sedangkan pada tahun ini akan ditambahkan aspek efisiensi non-SBK. Pembahasan tersebut diharapkan dapat menghasilkan perencanaan yang lebih terukur dan mampu menggambarkan efektivitas sekaligus efisiensi pelaksanaan kegiatan.

Rapat juga membahas pemahaman mengenai Standar Biaya Masukan (SBM) dan Standar Biaya Keluaran (SBK) sebagai bagian dari pengelolaan anggaran dan pencapaian kinerja. SBM menjadi standar yang digunakan sebagai acuan dalam menghasilkan input, sedangkan SBK menjadi panduan dalam menghasilkan output dari suatu kegiatan. Salah satu contoh yang dibahas adalah target output layanan Posbakum sebesar 700, yang belum memungkinkan untuk dilakukan penilaian pada rentang 4–5 persen sebagaimana pembahasan indikator yang ada. Kondisi adanya efisiensi anggaran juga menjadi perhatian karena berdampak pada perlunya dilakukan revisi terhadap perencanaan maupun target yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, setiap perubahan akibat efisiensi perlu diikuti dengan penyesuaian dokumen dan indikator agar tetap selaras dengan kondisi pelaksanaan kegiatan.
Pada bidang Perencanaan, Teknologi Informasi, dan Pelaporan (PTIP), rapat menekankan pentingnya pemantauan terhadap progres indikator kinerja satuan kerja. Data perkembangan indikator tersebut nantinya akan menjadi bahan bagi pimpinan untuk melakukan review dan menentukan apakah indikator yang telah ditetapkan masih dapat dipertahankan atau perlu dilakukan perubahan. Pemantauan akan dilakukan secara berkala setiap triwulan sehingga perkembangan capaian dapat diketahui secara lebih dini. Selain itu, seluruh hasil pekerjaan masing-masing bidang diminta untuk difokuskan dan disimpan pada server data yang telah ditentukan. Penataan data secara terpusat diharapkan dapat memudahkan pencarian dokumen, meningkatkan keteraturan administrasi, serta mendukung efektivitas pekerjaan antarbagian.


Pembahasan berikutnya mencakup bidang Umum dan Keuangan, khususnya penataan hasil pekerjaan agar terdokumentasi dengan baik pada server data masing-masing bidang. Pekerjaan pada bagian Umum dan Keuangan akan diuraikan secara lebih terstruktur sehingga setiap dokumen dan hasil pelaksanaan tugas dapat ditemukan dengan mudah ketika diperlukan. Rapat juga membahas penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP) di lingkungan kesekretariatan. Setiap SOP yang telah disusun diminta untuk segera ditindaklanjuti dan dilaksanakan secara konsisten, termasuk lima SOP pada bidang PTIP dan SOP terkait penatausahaan aset pada bidang Umum dan Keuangan. Selain itu, terdapat tambahan SOP pada bidang Umum, yaitu SOP Penanganan Bencana Kebakaran dan SOP Keamanan Sidang, yang disiapkan untuk mengantisipasi kondisi maupun tindakan tidak terduga selama pelaksanaan kegiatan persidangan.
Melalui rapat tersebut, jajaran kesekretariatan Pengadilan Agama Ngawi diharapkan dapat meningkatkan koordinasi, ketertiban administrasi, serta kualitas pelaksanaan tugas masing-masing bidang. Evaluasi secara berkala terhadap indikator kinerja, pengelolaan dokumen melalui server data, serta pelaksanaan SOP menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola yang efektif, efisien, dan akuntabel. Seluruh hasil pembahasan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh masing-masing bidang sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Dengan koordinasi yang baik, setiap pekerjaan dapat dipantau, dievaluasi, dan diperbaiki apabila ditemukan hal-hal yang masih perlu disempurnakan. Rapat ini juga menjadi momentum untuk memastikan seluruh program kesekretariatan tetap berjalan terarah dan mendukung pencapaian target kinerja Pengadilan Agama Ngawi.
“Setiap pekerjaan harus terdokumentasi, terukur, dan dapat dipantau, sehingga hasilnya tidak hanya selesai dilaksanakan, tetapi juga dapat dievaluasi dan terus disempurnakan.”
Pengadilan Agama Ngawi menggelar kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Khotmil Qur’an pada Rabu, 16 September 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Multimedia Center Pengadilan Agama Ngawi dan diikuti oleh jajaran pimpinan serta aparatur Pengadilan Agama Ngawi. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai momentum untuk meningkatkan kecintaan dan keteladanan terhadap Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Selain memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memanjatkan doa dan rasa syukur melalui rangkaian Khotmil Qur’an. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan. Acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Khotmil Qur’an dipandu oleh Araisa Namia, S.T. sebagai pembawa acara. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Anissa Jea, mahasiswa UIN Ponorogo. Suasana semakin khidmat dengan dilanjutkannya Do’a Khotmil Qur’an yang dipimpin oleh Bayu Rengga. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Umbar Muchid. Rangkaian pembukaan tersebut menjadi pengantar menuju acara utama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Selanjutnya, Ketua Pengadilan Agama Ngawi, Miftahul Huda, S.Ag., M.H., memberikan sambutan kepada seluruh peserta yang hadir. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam menjalankan kehidupan, termasuk dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Nilai-nilai kejujuran, amanah, kedisiplinan, kesabaran, serta keteladanan Nabi Muhammad SAW diharapkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas di lingkungan Pengadilan Agama Ngawi. Peringatan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga diharapkan mampu memberikan penguatan spiritual bagi seluruh aparatur. Dengan demikian, semangat keteladanan Rasulullah SAW dapat tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Memasuki acara inti, kegiatan dilanjutkan dengan Tausiyah Maulid Nabi Muhammad SAW yang disampaikan oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Ngawi, Ahsan Dawi, S.H., S.H.I., M.S.I. Tausiyah tersebut menjadi bagian utama kegiatan sebagai sarana untuk memperdalam pemahaman mengenai keteladanan Nabi Muhammad SAW serta relevansinya dalam kehidupan dan pelaksanaan tugas. Melalui tausiyah, para peserta diajak untuk menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam membangun sikap yang baik, amanah, dan bertanggung jawab. Pesan tersebut menjadi penting bagi aparatur peradilan dalam menjalankan tugas pelayanan dan penegakan hukum dengan penuh integritas. Kegiatan kemudian berlangsung dalam suasana penuh perhatian dan kekhidmatan dari para peserta.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Khotmil Qur’an di Pengadilan Agama Ngawi diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta menumbuhkan semangat untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan dan pekerjaan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa profesionalitas dalam menjalankan tugas perlu berjalan seiring dengan akhlak dan nilai-nilai spiritual. Dengan semangat keteladanan Rasulullah SAW, seluruh aparatur diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan sikap yang santun, adil, dan penuh tanggung jawab.
“Mari kita jadikan Maulid Nabi bukan sekadar peringatan, tetapi sebagai momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dan mengamalkannya dalam setiap langkah kehidupan serta pelaksanaan tugas.”
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A1 Madiun melaksanakan agenda Press Release Realisasi Belanja APBN Periode Agustus 2026 Lingkup KPPN Madiun. Kegiatan tersebut diikuti oleh Pengadilan Agama Ngawi sebagai salah satu satuan kerja dalam lingkup KPPN Madiun. Pengadilan Agama Ngawi turut hadir melalui zoom di Ruang Kesekretariatan Pengadilan Agama Ngawi pada Rabu, 16 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari penyampaian informasi mengenai perkembangan pelaksanaan anggaran dan belanja APBN hingga periode Agustus 2026. Pengadilan Agama Ngawi dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Muhammad Anas Zainurrohman, S.Kom., selaku staf Umum dan Keuangan. Agenda press release dilaksanakan untuk menyampaikan perkembangan realisasi belanja APBN sekaligus memperkuat pemahaman satuan kerja terhadap pelaksanaan anggaran. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi satuan kerja dalam mengelola anggaran secara tertib, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Dalam kegiatan tersebut, KPPN Tipe A1 Madiun menyampaikan informasi terkait realisasi belanja APBN periode Agustus 2026 dalam lingkup kerjanya. Penyampaian informasi tersebut menjadi sarana bagi satuan kerja untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan anggaran sekaligus melakukan evaluasi terhadap capaian realisasi belanja. Bagi Pengadilan Agama Ngawi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan anggaran dan pengelolaan keuangan negara.

Keikutsertaan Pengadilan Agama Ngawi dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Muhammad Anas Zainurrohman, S.Kom., staf Umum dan Keuangan. Kehadiran perwakilan satuan kerja menunjukkan komitmen dalam mengikuti agenda yang berkaitan dengan pelaksanaan dan pertanggungjawaban APBN. Informasi yang diperoleh dari kegiatan press release dapat menjadi bahan dalam mendukung pelaksanaan administrasi keuangan dan pengelolaan anggaran pada satuan kerja.
Pelaksanaan press release juga memiliki peran penting dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Melalui penyampaian informasi realisasi belanja secara berkala, satuan kerja dapat memahami perkembangan pelaksanaan anggaran serta mengidentifikasi hal-hal yang perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan kegiatan. Evaluasi terhadap realisasi anggaran diperlukan agar pelaksanaan program dan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan perencanaan serta ketentuan yang berlaku.
“Realisasi anggaran tidak hanya menjadi ukuran capaian pelaksanaan belanja, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya memastikan anggaran negara dikelola secara tertib, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.”
Melalui kegiatan Press Release Realisasi Belanja APBN Periode Agustus 2026 Lingkup KPPN Madiun, diharapkan terjalin koordinasi yang semakin baik antara KPPN Madiun dan satuan kerja dalam pengelolaan APBN. Pengadilan Agama Ngawi akan terus mendukung pelaksanaan pengelolaan keuangan negara sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara pengelola perbendaharaan negara dan satuan kerja pengguna anggaran. Dengan adanya komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan, pelaksanaan anggaran diharapkan dapat berjalan secara optimal dan mendukung pencapaian tujuan organisasi. Penyampaian informasi secara berkala juga memberikan kesempatan bagi satuan kerja untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran sampai dengan periode berjalan. Hal tersebut penting untuk memastikan setiap tahapan pelaksanaan anggaran dilaksanakan secara tepat dan dapat dipertanggungjawabkan. Pada akhirnya, pengelolaan APBN yang baik diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan pencapaian kinerja instansi pemerintah.
Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya melaksanakan kegiatan finalisasi penyusunan Buku Eksekusi Elektronik pada Selasa, 15 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Abdullah Siddiq PTA Surabaya dan diikuti oleh satuan kerja di lingkungan Pengadilan Agama secara luring maupun daring. Pengadilan Agama (PA) Ngawi turut mengikuti kegiatan tersebut melalui aplikasi Zoom di Media Center Pengadilan Agama Ngawi. PA Ngawi diwakili oleh Ketua PA Ngawi, Miftahul Huda, S.Ag., M.H., Panitera Tamaji, S.Ag., M.H., dan Jurusita Moh Muclis Nurhadi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyempurnakan pedoman pelaksanaan eksekusi secara elektronik agar dapat menjadi acuan bagi satuan kerja dalam memberikan pelayanan peradilan yang efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Penyusun PTA Surabaya melakukan pembahasan dan finalisasi terhadap materi Buku Eksekusi Elektronik. Diskusi berfokus pada mekanisme pelaksanaan eksekusi secara elektronik, termasuk penerapan prosedur yang dapat mendukung proses eksekusi agar berjalan lebih tertib, efektif, dan efisien. Peserta juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan, masukan, serta catatan terhadap materi yang sedang disusun. Pembahasan dilakukan secara bersama-sama dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing satuan kerja. Dengan adanya diskusi tersebut, diharapkan Buku Eksekusi Elektronik dapat menjadi pedoman yang aplikatif dan memberikan keseragaman pemahaman dalam pelaksanaan eksekusi di lingkungan peradilan agama.

Meskipun konsep eksekusi secara elektronik menjadi fokus utama pembahasan, penerapannya dalam praktik tetap disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan masing-masing satuan kerja. Hal tersebut menunjukkan bahwa implementasi kebijakan tidak hanya membutuhkan pedoman yang jelas, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia, sarana, prasarana, serta tata kelola pada setiap pengadilan agama. Oleh karena itu, hasil finalisasi buku diharapkan mampu memberikan ruang bagi satuan kerja untuk menyesuaikan penerapannya dengan kondisi masing-masing tanpa mengabaikan ketentuan dan prinsip hukum yang berlaku. PA Ngawi sebagai salah satu peserta turut menyimak secara aktif pembahasan yang disampaikan oleh Tim Penyusun PTA Surabaya. Keikutsertaan secara daring tersebut juga menjadi bentuk komitmen PA Ngawi dalam mengikuti perkembangan dan peningkatan kualitas administrasi serta pelayanan peradilan berbasis elektronik.
Finalisasi penyusunan Buku Eksekusi Elektronik diharapkan dapat mendukung terwujudnya proses eksekusi yang lebih modern, transparan, efektif, dan akuntabel. Transformasi digital dalam pelaksanaan tugas peradilan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan. Melalui pedoman yang disusun secara sistematis, aparatur peradilan memiliki rujukan yang lebih jelas dalam melaksanakan proses eksekusi secara elektronik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antara PTA Surabaya dengan seluruh satuan kerja di bawahnya dalam menyukseskan penerapan inovasi di bidang peradilan. Pesan yang mengemuka dalam diskusi tersebut adalah bahwa “pelaksanaan eksekusi secara elektronik perlu dilakukan secara terarah dan disesuaikan dengan kesiapan masing-masing satuan kerja, dengan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku.” Dengan demikian, finalisasi Buku Eksekusi Elektronik diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendukung peningkatan kualitas dan modernisasi layanan peradilan agama.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ngawi menggelar pertemuan koordinator donor darah se-Kabupaten Ngawi di Aula PMI Kabupaten Ngawi, pada hari Selasa, 15 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antara PMI dengan para koordinator donor darah di berbagai wilayah Kabupaten Ngawi. Pertemuan ini diikuti oleh para koordinator donor darah sebagai bagian dari upaya meningkatkan sinergi dalam mendukung ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain memperkuat koordinasi, kegiatan tersebut juga turut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) PMI ke-81. Dalam kegiatan tersebut, Pengadilan Agama Ngawi turut hadir sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan kemanusiaan yang diselenggarakan PMI Kabupaten Ngawi. Pengadilan Agama Ngawi diwakili oleh Kasubbag Umum dan Keuangan, M. Luthfi Hapsoro, S.H. Kehadiran tersebut menjadi bentuk partisipasi sekaligus dukungan terhadap upaya PMI dalam membangun jejaring dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kegiatan donor darah.
Pertemuan koordinator donor darah ini membahas pentingnya peningkatan koordinasi antara PMI Kabupaten Ngawi dengan para koordinator di tingkat wilayah. Koordinasi diperlukan untuk mempermudah penyampaian informasi, perencanaan kegiatan donor darah, serta penguatan partisipasi masyarakat sebagai pendonor. Dengan komunikasi yang terjalin secara rutin, berbagai kendala di lapangan dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi secara bersama-sama. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung ketersediaan stok darah yang memadai dan berkesinambungan bagi kebutuhan pelayanan kesehatan. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjadikan donor darah sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan yang terus tumbuh di tengah masyarakat.

Semarak HUT PMI ke-81 juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Momentum peringatan hari jadi PMI tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menguatkan kembali semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial. PMI Kabupaten Ngawi bersama para koordinator donor darah diharapkan terus meningkatkan kolaborasi dalam mengajak masyarakat menjadi pendonor sukarela. Kegiatan donor darah merupakan bentuk nyata kepedulian karena darah yang disumbangkan dapat membantu menyelamatkan kehidupan orang lain. Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa kontribusi sederhana dari seorang pendonor dapat memberikan manfaat besar bagi sesama.
“Mari kita perkuat koordinasi dan kebersamaan untuk menjaga semangat kemanusiaan. Setetes darah yang disumbangkan dapat menjadi harapan dan membantu menyelamatkan kehidupan sesama.”
Melalui pertemuan ini, PMI Kabupaten Ngawi menegaskan pentingnya peran para koordinator donor darah sebagai mitra strategis dalam menjaga keberlangsungan kegiatan donor darah di Kabupaten Ngawi. Kolaborasi yang kuat antara PMI, para koordinator donor darah, instansi pemerintah, lembaga, dan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta partisipasi dalam donor darah. Dengan koordinasi yang semakin baik, pelaksanaan kegiatan donor darah diharapkan dapat berlangsung lebih terarah dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Momentum HUT PMI ke-81 sekaligus menjadi dorongan untuk terus menumbuhkan semangat sukarela dan kepedulian terhadap sesama. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat pelayanan kemanusiaan dan mendukung kebutuhan darah bagi masyarakat di Kabupaten Ngawi.
Page 10 of 132
Jam Pelayanan :
Hari Senin - Kamis : 08.00 - 16.00 WIB
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB
___________________________
Hari Jumat : 07.30 - 16.00 WIB
Istirahat : 11.00 - 13.00 WIB
Copyright © 2024 Team IT Pengadilan Agama Ngawi