Tautan Terkait :
- Mahkamah Agung RI
- Kepaniteraan MA RI
- Badan Pengawasan MA RI
- Ditjen Badilag
- PTA Surabaya
- Pemkab Ngawi
- Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan
Pengadilan Agama Ngawi membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi melalui form kritik dan saran penggunaan pelayanan mulai diberlakukan tanggal 23 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Pengadilan Agama Ngawi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pelaksanaan pengumpulan aspirasi masyarakat diawasi langsung oleh Kepala Subbagian Perencanaan, Teknologi Informasi, dan Pelaporan, Antoni Windika, S.H. Melalui form tersebut, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan penilaian, kritik, saran, maupun masukan berdasarkan pengalaman mereka selama menerima layanan. Aspirasi yang disampaikan menjadi salah satu bahan evaluasi bagi Pengadilan Agama Ngawi dalam memperbaiki dan mengembangkan sistem pelayanan secara berkelanjutan.
Form aspirasi masyarakat mencakup berbagai aspek pelayanan yang tersedia di Pengadilan Agama Ngawi. Masyarakat dapat memberikan masukan terkait proses nomor antrian, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), persidangan, hingga mediasi. Selain aspek pelayanan, masyarakat juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan kritik dan saran mengenai sarana dan prasarana yang tersedia sebagai penunjang pelayanan. Masukan tersebut meliputi kualitas pelayanan petugas, waktu pelayanan, kenyamanan serta kelengkapan sarana dan prasarana, dan berbagai hal lain yang berkaitan dengan pengalaman masyarakat saat memperoleh layanan. Dengan cakupan tersebut, aspirasi masyarakat diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kualitas pelayanan yang telah diberikan.


Pengawasan langsung oleh Kepala Subbagian Perencanaan, Teknologi Informasi, dan Pelaporan dilakukan untuk memastikan proses penyampaian aspirasi masyarakat berjalan dengan baik. Setiap masukan yang disampaikan menjadi informasi penting untuk mengidentifikasi aspek pelayanan yang perlu dipertahankan maupun bagian yang masih memerlukan perbaikan. Kritik dan saran dari masyarakat juga dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kinerja petugas serta kualitas sarana dan prasarana pelayanan. Dengan adanya mekanisme penyampaian aspirasi tersebut, Pengadilan Agama Ngawi berupaya membangun komunikasi dua arah antara penyelenggara layanan dan masyarakat sebagai penerima layanan. Hal ini diharapkan dapat menciptakan pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat.
Pelaksanaan aspirasi masyarakat melalui form kritik dan saran merupakan bagian dari komitmen Pengadilan Agama Ngawi untuk memberikan pelayanan yang terbaik, mudah, cepat, dan transparan. Masukan masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan dalam melakukan evaluasi terhadap berbagai tahapan pelayanan yang diberikan di lingkungan Pengadilan Agama Ngawi. Evaluasi tersebut mencakup pelayanan sejak masyarakat memperoleh nomor antrian hingga mendapatkan pelayanan di PTSP, mengikuti proses persidangan atau mediasi, serta menggunakan sarana dan prasarana yang tersedia. Dengan mendengarkan langsung pengalaman dan kebutuhan masyarakat, perbaikan pelayanan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran. Upaya tersebut diharapkan mampu mewujudkan pelayanan yang semakin berkualitas, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pengadilan Agama Ngawi mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan masukan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik. “Kritik dan saran dari masyarakat merupakan bagian penting dalam proses perbaikan pelayanan, karena pelayanan yang baik harus terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.” Dengan adanya partisipasi masyarakat, Pengadilan Agama Ngawi diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menciptakan lingkungan pelayanan yang nyaman, informatif, mudah diakses, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Pengadilan Agama (PA) Ngawi mengikuti kegiatan Bimbingan Sistem Akuntansi Instansi (BIMASAKTI) yang diselenggarakan oleh Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan, Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), pada Rabu, 23 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh PA Ngawi secara daring di Ruang Kesekretariatan PA Ngawi. Dalam kegiatan tersebut, PA Ngawi diwakili oleh Pranata Keuangan APBN Mahir, Berti Yussi Ekasari, A.Md. Kegiatan BIMASAKTI menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas satuan kerja dalam melaksanakan proses akuntansi dan pelaporan keuangan instansi pemerintah. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan bimbingan terkait berbagai aspek akuntansi yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan negara.
Bimbingan tersebut membahas sejumlah materi yang berkaitan dengan pelaksanaan akuntansi pada satuan kerja pemerintah. Materi pertama yang disampaikan adalah Akuntansi Belanja dan Beban, yang membahas pencatatan serta perlakuan akuntansi terhadap transaksi belanja dan beban. Selain itu, peserta mendapatkan materi mengenai Akuntansi Pendapatan Kas dan Nonkas, termasuk pemahaman terhadap pencatatan pendapatan berdasarkan karakteristik transaksi yang terjadi. Materi berikutnya membahas Saldo Akun Akrual yang Memerlukan Perhatian Khusus, sehingga satuan kerja dapat lebih cermat dalam melakukan identifikasi, pencatatan, dan penyelesaian saldo akun terkait. Penyampaian materi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada pengelola keuangan dalam menjaga ketepatan dan kualitas data akuntansi.
Keikutsertaan PA Ngawi dalam kegiatan BIMASAKTI merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelaporan keuangan di lingkungan satuan kerja. Melalui bimbingan yang diberikan oleh Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan DJPb, peserta dapat memperoleh pemahaman mengenai penerapan akuntansi sesuai ketentuan yang berlaku. Pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut selanjutnya dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas pengelolaan keuangan di PA Ngawi. Kehadiran perwakilan PA Ngawi dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi aparatur di bidang pengelolaan keuangan negara. Dengan pemahaman yang baik, proses pencatatan dan pelaporan keuangan diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih tertib, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kegiatan BIMASAKTI juga menjadi kesempatan bagi pengelola keuangan untuk memperbarui pemahaman terhadap berbagai permasalahan akuntansi yang dapat muncul dalam pelaksanaan anggaran. Materi mengenai belanja, beban, pendapatan kas dan nonkas, serta saldo akun akrual menjadi hal penting karena berkaitan langsung dengan proses penyusunan laporan keuangan. Peserta diharapkan dapat mencermati setiap transaksi dan melakukan pencatatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain meningkatkan pemahaman teknis, kegiatan ini juga mendorong pengelola keuangan untuk lebih teliti dalam melakukan rekonsiliasi dan penyelesaian akun. Hasil bimbingan diharapkan dapat mendukung terwujudnya pengelolaan keuangan yang transparan, tertib, dan akuntabel di lingkungan PA Ngawi.
Pesan yang dapat diambil dari kegiatan tersebut adalah, “Ketelitian dalam pencatatan dan pemahaman terhadap ketentuan akuntansi merupakan kunci untuk menghasilkan laporan keuangan yang akurat, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan.” Melalui kegiatan BIMASAKTI, PA Ngawi diharapkan terus meningkatkan kompetensi pengelola keuangan serta mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Pengadilan Agama Ngawi melaksanakan kegiatan monitoring terhadap siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari SMKN 1 Ngawi pada Selasa, 22 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang Sekretaris Pengadilan Agama Ngawi dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Pengadilan Agama Ngawi, Benny Hardiyanto, S.H. Monitoring turut dihadiri oleh guru SMKN 1 Ngawi, Saeful Bakri, S.Ag., M.Pd.I. dan Sri Dwi Lestari, S.Pd. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pemantauan terhadap pelaksanaan PKL yang sedang dijalani oleh para siswa di lingkungan Pengadilan Agama Ngawi. Melalui kegiatan tersebut, pihak sekolah dan instansi tempat PKL dapat mengetahui perkembangan siswa selama mengikuti kegiatan praktik.
Monitoring dilakukan untuk melihat perkembangan siswa, khususnya dalam aspek kinerja, tanggung jawab, serta kedisiplinan selama menjalankan praktik kerja lapangan. Dalam kegiatan tersebut, pihak Pengadilan Agama Ngawi bersama guru pembimbing melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas yang telah diberikan kepada siswa. Pembahasan juga mencakup sikap siswa dalam menjalankan pekerjaan serta kepatuhan terhadap tata tertib dan ketentuan yang berlaku di lingkungan kerja. Evaluasi ini penting dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat kendala atau kekurangan yang perlu segera diperbaiki selama pelaksanaan PKL. Dengan demikian, kegiatan monitoring diharapkan dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan sekaligus membentuk sikap profesional di dunia kerja.


Sekretaris Pengadilan Agama Ngawi, Benny Hardiyanto, S.H., memimpin langsung kegiatan monitoring dan memberikan perhatian terhadap perkembangan siswa selama berada di lingkungan kerja. Sementara itu, guru SMKN 1 Ngawi, Saeful Bakri, S.Ag., M.Pd.I. dan Sri Dwi Lestari, S.Pd., turut melakukan pemantauan dan evaluasi dari sisi sekolah. Kolaborasi antara pihak sekolah dan Pengadilan Agama Ngawi menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan PKL berjalan sesuai tujuan pembelajaran. Melalui komunikasi antara pembimbing dari instansi dan guru sekolah, berbagai perkembangan maupun kendala yang dialami siswa dapat diketahui secara lebih jelas. Hasil monitoring tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi bagi siswa untuk meningkatkan kualitas kinerja dan kedisiplinan selama mengikuti PKL.
Kegiatan monitoring juga menjadi sarana bagi siswa untuk mendapatkan arahan dan masukan secara langsung mengenai sikap yang perlu diterapkan di dunia kerja. Siswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman dalam menyelesaikan tugas, tetapi juga mampu membangun kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, dan etika kerja. Pengalaman selama PKL diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa ketika memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan di SMKN 1 Ngawi. Selain itu, kegiatan ini memperkuat hubungan kerja sama antara SMKN 1 Ngawi dengan Pengadilan Agama Ngawi dalam mendukung proses pembelajaran berbasis pengalaman kerja. Monitoring akan terus menjadi bagian penting dalam memastikan siswa memperoleh pengalaman PKL yang sesuai dengan tujuan pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, pesan yang dapat menjadi pegangan bagi para siswa adalah, “Jadikan setiap tugas selama PKL sebagai kesempatan untuk belajar, tingkatkan kedisiplinan, dan tunjukkan tanggung jawab dalam setiap pekerjaan.” Pesan tersebut diharapkan dapat mendorong siswa untuk terus memperbaiki diri dan memanfaatkan masa PKL sebagai proses pembelajaran sebelum memasuki dunia kerja secara nyata.
Dharmayukti Karini Cabang Ngawi menggelar pertemuan rutin sekaligus berbagai perlombaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Dharmayukti Karini pada Jumat, 18 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Sidang Utama Kantor Pengadilan Agama Ngawi dan diikuti oleh seluruh anggota Dharmayukti Karini dari Pengadilan Agama (PA) Ngawi dan Pengadilan Negeri (PN) Ngawi. Acara ini turut dihadiri oleh Ibu Ketua Pengadilan Agama Ngawi, Dr. Utami Setyaningsih, serta Ibu Ketua Pengadilan Negeri Ngawi. Kehadiran para pimpinan dan seluruh anggota menambah suasana keakraban dalam kegiatan yang menjadi agenda pertemuan rutin Dharmayukti Karini Cabang Ngawi. Pertemuan rutin tersebut dilaksanakan setiap dua bulan sekali sebagai sarana mempererat silaturahmi dan meningkatkan kebersamaan antaranggota.
Dalam rangka memeriahkan HUT Dharmayukti Karini, panitia menyelenggarakan dua perlombaan, yaitu lomba merangkai sayur dan lomba make up. Kedua lomba tersebut diikuti dengan antusias oleh para anggota dan menjadi wadah untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mempererat kekompakan. Lomba menghias tumpeng memberikan kesempatan kepada peserta untuk menampilkan kreativitas dalam menyusun dan menghias hidangan secara menarik. Sementara itu, lomba make up berlangsung dengan suasana meriah dan penuh semangat dari para peserta. Rangkaian perlombaan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana membangun kerja sama, kebersamaan, dan rasa kekeluargaan di lingkungan Dharmayukti Karini Cabang Ngawi.



Selain perlombaan, kegiatan juga diisi dengan pertemuan rutin anggota sebagai bagian dari agenda organisasi. Para peserta mengikuti kegiatan dengan suasana santai dan penuh keakraban. Sebagai bentuk apresiasi kepada anggota yang hadir, panitia juga menyiapkan hadiah hadir yang dibagikan kepada peserta. Pemberian hadiah tersebut menambah semarak kegiatan dan menjadi bentuk perhatian kepada para anggota yang telah berpartisipasi. Melalui kegiatan ini, Dharmayukti Karini Cabang Ngawi diharapkan dapat terus menjaga komunikasi dan hubungan baik di antara anggota Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri Ngawi. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan rutin maupun kegiatan peringatan HUT menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung soliditas organisasi.




Kegiatan ditutup dengan suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan. Momentum pertemuan rutin dan perlombaan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat tali silaturahmi serta meningkatkan kekompakan seluruh anggota Dharmayukti Karini Cabang Ngawi. Semangat kebersamaan juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi agar semakin aktif dan harmonis. Sebagaimana pesan yang dapat menjadi semangat bersama dalam kegiatan tersebut, “Dengan kebersamaan dan kekompakan, Dharmayukti Karini terus tumbuh menjadi organisasi yang solid, harmonis, dan bermanfaat.” Melalui agenda yang dilaksanakan secara berkala setiap dua bulan, diharapkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan di antara anggota Dharmayukti Karini Cabang Ngawi dapat terus terjaga.
Pengadilan Agama Ngawi menggelar Rapat Tim Reviu Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Kamis, 17 September 2026, bertempat di Media Center Pengadilan Agama Ngawi. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya evaluasi dan penyempurnaan SOP yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan di lingkungan Pengadilan Agama Ngawi. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Ngawi, Miftahul Huda, S.Ag., M.H., dan diikuti oleh Wakil Ketua Ahsan Dawi, S.H., S.H.I., M.S.I., Panitera Tamaji, S.Ag., M.H., Sekretaris Benny Hardiyanto, S.H., serta seluruh pegawai yang ditunjuk sebagai Tim Reviu SOP. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memastikan setiap prosedur kerja tetap relevan, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi serta ketentuan yang berlaku.
Dalam rapat tersebut, Tim Reviu melakukan pembahasan terhadap SOP yang selama ini diterapkan dalam pelaksanaan tugas masing-masing bagian. Reviu dilakukan dengan mencermati alur kerja, pembagian tugas, tahapan pelayanan, serta kesesuaian prosedur dengan perkembangan kebijakan dan kebutuhan organisasi. Setiap anggota tim diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan, usulan perbaikan, maupun kendala yang ditemukan dalam penerapan SOP di lapangan. Pembahasan tersebut diharapkan dapat menghasilkan SOP yang lebih sederhana, jelas, terukur, dan mudah dipahami oleh seluruh pegawai. Dengan demikian, setiap proses kerja dapat dilaksanakan secara konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan.


Ketua Pengadilan Agama Ngawi, Miftahul Huda, S.Ag., M.H., dalam arahannya menekankan pentingnya SOP sebagai instrumen untuk menjaga kualitas dan konsistensi pelaksanaan tugas. Menurutnya, SOP tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga harus menjadi pedoman kerja yang benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Oleh karena itu, setiap prosedur perlu dikaji secara berkala agar tetap sesuai dengan kebutuhan organisasi dan mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Reviu juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi bagian-bagian prosedur yang masih memerlukan penyempurnaan. “SOP harus menjadi pedoman yang benar-benar dipahami dan dilaksanakan, sehingga setiap pekerjaan dapat berjalan secara efektif, tertib, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pesan Ketua PA Ngawi.
Rapat Tim Reviu SOP ini diharapkan dapat menghasilkan penyempurnaan prosedur kerja yang mampu mendukung peningkatan kinerja Pengadilan Agama Ngawi. Hasil pembahasan selanjutnya menjadi bahan untuk melakukan penyesuaian dan penyempurnaan SOP sesuai dengan hasil reviu dan ketentuan yang berlaku. Melalui SOP yang jelas dan efektif, seluruh pegawai diharapkan memiliki standar kerja yang sama dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan. Langkah tersebut juga merupakan bagian dari komitmen Pengadilan Agama Ngawi untuk terus meningkatkan tata kelola organisasi, akuntabilitas, serta kualitas pelayanan publik. Dengan adanya evaluasi dan reviu secara berkala, diharapkan pelaksanaan tugas dan pelayanan di Pengadilan Agama Ngawi semakin profesional, transparan, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat pencari keadilan.
Page 9 of 132
Jam Pelayanan :
Hari Senin - Kamis : 08.00 - 16.00 WIB
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB
___________________________
Hari Jumat : 07.30 - 16.00 WIB
Istirahat : 11.00 - 13.00 WIB
Copyright © 2024 Team IT Pengadilan Agama Ngawi