Tautan Terkait :
- Mahkamah Agung RI
- Kepaniteraan MA RI
- Badan Pengawasan MA RI
- Ditjen Badilag
- PTA Surabaya
- Pemkab Ngawi

Ngawi, 4 Maret 2026 — Seluruh pegawai Pengadilan Agama Ngawi menghadiri kegiatan Khotmil Quran yang diselenggarakan di Musholla Al-Mahkamah pada Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap hari Rabu sebagai bentuk keagamaan bagi aparatur peradilan. Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan sejak awal hingga akhir. Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh UMBAR MUCHSID selaku pembawa acara.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan pegawai, sekaligus memperkuat integritas dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan kepada masyarakat. Acara diawali dengan pembacaan doa khotmil quran oleh ALIF SYARIFUDIN, S.H. Dalam doa tersebut, dipanjatkan harapan agar seluruh pegawai senantiasa diberikan keberkahan, kemudahan, dan perlindungan dalam menjalankan amanah sebagai abdi negara.

Setelah pembacaan doa, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah singkat yang disampaikan oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Ngawi, AHSAN DAWI, S.H., S.H.I., M.S.I. Dalam ceramahnya, ia mengangkat tema pentingnya menjaga kehalalan setiap yang didapat dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks pekerjaan dan penghasilan. Tema tersebut dinilai sangat relevan bagi aparatur lembaga peradilan yang dituntut menjunjung tinggi nilai kejujuran dan amanah.
Dalam tausiyahnya, Ahsan Dawi. S.H., S.H.I., M.S.I. menegaskan bahwa menjaga kehalalan bukan hanya terbatas pada makanan dan minuman, tetapi juga mencakup seluruh rezeki dan hasil yang diperoleh dalam kehidupan. Ia menjelaskan bahwa setiap pegawai harus memastikan apa yang diterima berasal dari cara yang benar dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Menurutnya, integritas dan profesionalisme harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai agama. Ia juga mengingatkan bahwa sekecil apa pun sesuatu yang diperoleh dari jalan yang haram akan membawa dampak buruk, baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pegawai untuk selalu berhati-hati dalam setiap tindakan dan keputusan yang diambil.
“Apapun yang kita makan apabila itu barang haram, maka akan menyeret kepada kebinasaan. Sesuatu yang didapat dari barang haram tidak akan membawa kita menuju surga,” tegasnya di hadapan para peserta Khotmil Quran.


Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 4 Maret 2026 ini berlangsung setelahsholat duhur jam saat jam istirahat sehingga tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang religius, harmonis, dan berintegritas di lingkungan Pengadilan Agama Ngawi. Selain sebagai sarana ibadah, Khotmil Quran juga menjadi momentum refleksi diri bagi seluruh pegawai untuk terus memperbaiki kualitas spiritual dan profesional dalam menjalankan tugas.

]Keluarga besar Pengadilan Agama Ngawi menggelar kegiatan Tausiyah Ramadan pada Selasa, 3 Maret 2026, bertempat di Mushola Al-Mahkamah Pengadilan Agama Ngawi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai sebagai bagian dari pembinaan rohani selama bulan suci Ramadan. Tausiyah tersebut diisi oleh Hakim Pengadilan Agama Ngawi, Muh Yusuf, S.H.I., M.H., sebagai penceramah. Sementara itu, jalannya acara dipandu oleh Rizki Diah Emelia, A.Md., yang memimpin rangkaian kegiatan dengan tertib dan khidmat.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus mempererat kebersamaan antarpegawai. Seluruh aparatur dan staf hadir memenuhi mushola sejak pagi hari. Suasana berlangsung khusyuk dan penuh kekeluargaan. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai sarana refleksi diri serta peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan.

Dalam tausiyahnya, Muh Yusuf mengangkat tema “Beragama Jangan Terlalu Doktrin, tetapi Perlu Secara Rasional.” Ia menekankan bahwa dalam menjalankan ajaran agama, umat tidak hanya dituntut untuk menerima secara tekstual, tetapi juga memahami secara rasional dan kontekstual. Menurutnya, pola pikir rasional dalam beragama akan melahirkan sikap terbuka dan bijaksana dalam kehidupan sosial. Ia juga menyampaikan bahwa kritik bukanlah ancaman, melainkan sarana untuk memperbaiki dan memajukan cara beragama agar lebih dewasa dan membawa manfaat bagi sesama.
“Beragama secara rasional membuat kita mampu menerima perbedaan dan menjadikan agama sebagai rahmat bagi lingkungan sekitar. Kritik itu bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk membangun cara pandang kita agar lebih matang,” ujar Muh Yusuf dalam tausiyahnya di hadapan para pegawai.
Ia juga menjelaskan bahwa konsep surga dan neraka dapat dimaknai secara reflektif dalam kehidupan sehari-hari. Surga, menurutnya, dapat diwakili oleh jiwa dan perasaan yang damai serta penuh rasa syukur. Ketika seseorang merasakan kebahagiaan, ketenangan, dan rasa cukup dalam hidupnya, maka itulah gambaran surga yang hadir di dalam diri. Sebaliknya, ketika seseorang jauh dari rasa syukur, dipenuhi keluh kesah, dan tidak mampu menerima keadaan, maka perasaan tersebut bagaikan berada dalam neraka. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pegawai untuk senantiasa menumbuhkan rasa syukur agar kebahagiaan batin dapat terwujud.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai Pengadilan Agama Ngawi dapat mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan secara lebih rasional, bijaksana, dan bermanfaat dalam kehidupan sosial maupun dalam menjalankan tugas sebagai aparatur peradilan.

Pengadilan Agama (PA) Ngawi menggelar kegiatan pembinaan dan monitoring pembangunan Zona Integritas (ZI) secara daring melalui aplikasi Zoom yang dilaksanakan di Ruang Media Center PA Ngawi. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Pengadilan Agama Ngawi A. Mahfudin, S.Ag., M.H., Sekretaris Benny Hardiyanto, S.H., serta Panitera Tamaji, S.Ag., M.H. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari upaya penguatan komitmen satuan kerja dalam mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) sebagaimana tertuang dalam materi kegiatan.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi dan penguatan implementasi pembangunan Zona Integritas di lingkungan peradilan agama. Dalam forum tersebut dibahas berbagai aspek penting, mulai dari pemenuhan eviden, optimalisasi kinerja tim ZI, hingga strategi peningkatan kualitas pelayanan publik. Para peserta mengikuti kegiatan dengan seksama dan aktif mencermati arahan yang disampaikan narasumber. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk melakukan refleksi atas capaian yang telah diraih serta mengidentifikasi kendala yang masih dihadapi dalam proses pembangunan ZI.

Ketua PA Ngawi, A. Mahfudin, S.Ag., M.H., dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya komitmen bersama seluruh aparatur dalam menjaga integritas dan profesionalitas. Ia menyampaikan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan perubahan pola pikir dan budaya kerja yang berkelanjutan. “Zona Integritas harus dimaknai sebagai kebutuhan bersama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bukan hanya sebagai target penilaian,” ujarnya. Pernyataan tersebut menjadi penguat semangat bagi seluruh jajaran yang hadir untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh unsur pimpinan dan pegawai PA Ngawi semakin solid dalam mengawal pembangunan Zona Integritas. Dengan sinergi antara pimpinan, kepaniteraan, dan kesekretariatan, PA Ngawi berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan peradilan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Evaluasi dan pembinaan yang dilakukan secara berkala menjadi langkah strategis dalam memastikan setiap program berjalan efektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. RF

Ngawi, 2 Maret 2026 – Mushola Al-Mahkamah Pengadilan Agama Ngawi menjadi saksi semarak Tausiyah Ramadhan. Kegiatan ini dihadiri seluruh pegawai Pengadilan Agama Ngawi dan bertujuan memperkuat pemahaman keagamaan serta meningkatkan kualitas ibadah menjelang bulan suci Ramadhan. Acara dipandu oleh Dwi Ambar Alfiyah, A.Md.S.I., yang memandu jalannya tausiyah dengan tertib dan khidmat. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menyemarakkan spirit Ramadhan sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan pengadilan. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga selesai.
Tausiyah utama dibawakan oleh Bapak Hakim Sapuan, S.H.I., M.H., dengan tema “Surga Dunia: Bahwa Surga Juga Merindukan Kita”. Materi tausiyah menekankan beberapa amal yang dirindukan surga, antara lain: membiasakan tartil membaca Al-Quran, menjaga lisan agar tidak menimbulkan fitnah, memberi makan kepada orang yang lapar, serta menjalankan puasa Ramadhan sebagai jalan menuju pintu khusus Ar-Royan. Peserta terlihat khidmat mengikuti penjelasan dan mencatat pesan moral yang disampaikan, sekaligus merenungkan makna spiritual dari setiap amal yang dibahas. Tausiyah ini memberikan panduan praktis agar setiap pegawai dapat meningkatkan ibadah dan kualitas akhlak sehari-hari.
Bapak Hakim Sapuan, S.H.I., M.H., menyampaikan pesan penting kepada seluruh pegawai agar mengamalkan amal-amal yang dirindukan surga. “Surga juga merindukan kita. Mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbanyak tartil Al-Quran, menjaga lisan, memberi makan orang lapar, dan berpuasa dengan penuh keikhlasan,” ujarnya. Pernyataan ini menjadi pengingat agar setiap pegawai senantiasa menginternalisasi nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun di rumah.

Kegiatan Tausiyah Ramadhan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat ukhuwah di lingkungan Pengadilan Agama Ngawi. Dengan rutin menyelenggarakan kegiatan keagamaan, pengadilan membina pegawai secara holistik, tidak hanya dari sisi profesional, tetapi juga spiritual. Tausiyah yang semarak ini menjadi sarana penting untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan dan menginspirasi seluruh pegawai agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT menjelang bulan suci Ramadhan.
Page 3 of 83
Jam Pelayanan :
Hari Senin - Kamis : 08.00 - 16.00 WIB
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB
___________________________
Hari Jumat : 07.30 - 16.00 WIB
Istirahat : 11.00 - 13.00 WIB
Copyright © 2024 Team IT Pengadilan Agama Ngawi