Tautan Terkait :
- Mahkamah Agung RI
- Kepaniteraan MA RI
- Badan Pengawasan MA RI
- Ditjen Badilag
- PTA Surabaya
- Pemkab Ngawi
- Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan
Pengadilan Agama Ngawi mengikuti kegiatan hybrid bertajuk “Langkah Emas Perencanaan Keuangan untuk Masa Depan yang Sejahtera” yang diselenggarakan oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kegiatan tersebut diikuti secara daring melalui aplikasi Zoom di Multimedia Center, Kantor Pengadilan Agama Ngawi. Acara ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya perencanaan dan pengelolaan keuangan untuk mewujudkan masa depan yang lebih sejahtera. Kegiatan diikuti oleh jajaran hakim, pejabat struktural, serta seluruh pegawai Pengadilan Agama Ngawi. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ngawi yang turut mendukung peningkatan literasi keuangan di lingkungan peradilan. Dalam kegiatan tersebut, hadir hakim Pengadilan Agama Ngawi, yakni Sapuan, S.H.I., M.H. dan Ulfiana Rofiqoh, S.H.I., M.H. Turut hadir Kepala Subbagian Perencanaan, Teknologi Informasi, dan Pelaporan, Antoni Windika, S.H., serta Kepala Subbagian Kepegawaian, Organisasi, dan Tata Laksana, Muhammad Ali Qoyyimuddin, S.H.I. Seluruh pegawai Pengadilan Agama Ngawi juga mengikuti kegiatan ini melalui fasilitas Multimedia Center. Partisipasi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran mengenai pengelolaan keuangan yang terencana. Kehadiran BSI Cabang Ngawi turut melengkapi kegiatan sebagai bagian dari penguatan wawasan keuangan bagi para peserta.
Mengusung tema “Langkah Emas Perencanaan Keuangan untuk Masa Depan yang Sejahtera”, kegiatan ini menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan secara bijak, terarah, dan bertanggung jawab. Perencanaan keuangan menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan prioritas kebutuhan, mengendalikan pengeluaran, membangun kebiasaan menabung, serta mempersiapkan kebutuhan pada masa mendatang. Melalui edukasi keuangan, para peserta diharapkan dapat memahami pentingnya menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan finansial dan tujuan yang ingin dicapai. Kebiasaan mengelola keuangan secara disiplin juga dapat membantu seseorang mempersiapkan diri dalam menghadapi kebutuhan yang tidak terduga. Dengan demikian, pemahaman mengenai perencanaan keuangan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk kepentingan pribadi maupun keluarga.

Pelaksanaan kegiatan secara hybrid memberikan kemudahan bagi satuan kerja di daerah untuk mengikuti agenda yang diselenggarakan oleh Mahkamah Agung RI melalui pemanfaatan teknologi informasi. Pengadilan Agama Ngawi memanfaatkan fasilitas Zoom dan Multimedia Center untuk mengikuti rangkaian kegiatan tanpa harus hadir secara langsung di lokasi penyelenggaraan. Model pelaksanaan ini juga menunjukkan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses terhadap kegiatan edukasi dan pengembangan kapasitas pegawai. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan memperoleh wawasan yang dapat diterapkan dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat dan berkelanjutan. Keikutsertaan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Pengadilan Agama Ngawi.

Melalui kegiatan “Langkah Emas Perencanaan Keuangan untuk Masa Depan yang Sejahtera” pada 29 Oktober 2026, Pengadilan Agama Ngawi diharapkan semakin mendorong kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan dalam menunjang kesejahteraan pegawai dan keluarga. Pengelolaan keuangan yang baik memerlukan perencanaan yang realistis, kedisiplinan dalam mengatur pengeluaran, serta konsistensi dalam mencapai tujuan finansial. “Masa depan yang sejahtera dimulai dari perencanaan keuangan yang bijak, kedisiplinan dalam mengelola pengeluaran, dan komitmen untuk mewujudkan tujuan keuangan.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kesejahteraan finansial tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga oleh kemampuan mengelola sumber daya secara bertanggung jawab. Dengan bertambahnya wawasan dan kesadaran mengenai literasi keuangan, seluruh pegawai diharapkan mampu menerapkan pola pengelolaan keuangan yang lebih terencana demi mewujudkan masa depan yang aman dan sejahtera.
Pengadilan Agama Ngawi melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 07.30 WIB, bertempat di Pengadilan Agama Ngawi. Upacara dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Ngawi, Miftahul Huda, S.Ag., M.H., dan diikuti oleh seluruh pegawai Pengadilan Agama Ngawi. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pemuda Indonesia yang telah mengikrarkan persatuan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Peringatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, persatuan, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara. Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan tertib sebagai wujud penghargaan terhadap nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan para pendahulu bangsa.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini mengusung semangat persatuan dalam keberagaman sebagai landasan untuk memperkuat komitmen kebangsaan. Nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda, yakni satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia, tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Bagi aparatur peradilan, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui kerja sama, kedisiplinan, integritas, dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Perbedaan latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja bersama dalam mencapai tujuan yang sama. Sebaliknya, keberagaman perlu menjadi kekuatan untuk membangun lingkungan kerja yang harmonis, profesional, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Pelaksanaan upacara di lingkungan Pengadilan Agama Ngawi juga menjadi sarana refleksi bagi seluruh pegawai untuk memperkuat semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Semangat para pemuda yang memperjuangkan kemerdekaan melalui persatuan hendaknya menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif sesuai dengan bidang tugas masing-masing. Dalam lingkungan peradilan, nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dengan menjunjung tinggi kejujuran, menjaga profesionalitas, serta memberikan pelayanan yang adil dan berkualitas kepada masyarakat. Komitmen terhadap integritas dan peningkatan kinerja merupakan bagian penting dari pengabdian kepada negara. Dengan demikian, peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menerapkan nilai perjuangan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.


Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 ini, Pengadilan Agama Ngawi diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan dan solidaritas di antara seluruh pegawai. Momentum ini menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa membutuhkan peran aktif setiap individu, termasuk aparatur peradilan yang bertugas menjaga keadilan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Semangat kepemudaan hendaknya terus dipelihara melalui etos kerja yang tinggi, sikap saling menghargai, dan kesediaan untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Sebagaimana pesan yang selaras dengan semangat Sumpah Pemuda, “Bersatu dalam keberagaman, bergerak dalam pengabdian, dan berkarya demi Indonesia yang lebih maju.” Pesan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh keluarga besar Pengadilan Agama Ngawi untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan kualitas kinerja, serta mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Ngawi menyelenggarakan kegiatan edukasi bertema “Rumah adalah Sekolah Digital Pertama: Orangtua Tangguh, Anak Cerdas Digital” pada Rabu, 28 Oktober 2026, bertempat di Gedung Kesenian Kabupaten Ngawi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua dan masyarakat mengenai pentingnya pendampingan anak dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala DP3AKB Kabupaten Ngawi, dr. Nugrahaningrum, serta Wakil Ketua Pengadilan Agama Ngawi, Ahsan Dawi, S.H., S.H.I., M.S.I., yang hadir sebagai narasumber. Peserta kegiatan berasal dari berbagai organisasi dan unsur masyarakat, antara lain Fatayat, Aisyiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan Forum Puspa. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin memahami peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk perilaku digital yang aman, sehat, dan bertanggung jawab bagi anak.
Dalam pemaparannya, Ahsan Dawi menyampaikan pentingnya kewaspadaan orang tua terhadap berbagai risiko di ruang digital, khususnya praktik judi online (judol) yang dapat berdampak pada perempuan dan anak. Perkembangan teknologi yang semakin pesat memberikan kemudahan dalam mengakses informasi dan hiburan, tetapi juga menghadirkan ancaman apabila tidak disertai pengawasan dan literasi digital yang memadai. Modus judi online yang perlu diwaspadai antara lain taruhan olahraga, kasino virtual, permainan mesin slot, serta lotre atau undian berbasis taruhan. Akses yang mudah melalui perangkat digital dapat meningkatkan risiko seseorang terpapar aktivitas perjudian tanpa menyadari dampak yang ditimbulkannya. Oleh karena itu, orang tua perlu membangun komunikasi terbuka dengan anak, memberikan pemahaman tentang bahaya judi online, serta mendampingi penggunaan perangkat dan internet secara bijak. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak di era digital.


Lebih lanjut, peserta diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda perilaku kecanduan judi online yang perlu diwaspadai. Tanda-tanda tersebut antara lain terobsesi untuk terus berjudi, pengeluaran uang yang tidak terkendali, berbohong kepada anggota keluarga mengenai aktivitas atau keuangan, serta mengabaikan tanggung jawab sehari-hari. Apabila tidak ditangani dengan tepat, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari kerugian finansial yang besar hingga gangguan kesehatan mental. Selain itu, kecanduan judi online juga berpotensi merusak hubungan sosial dan keluarga serta mendorong seseorang terjerat utang, termasuk pinjaman online (pinjol). Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan judi online tidak hanya berkaitan dengan perilaku individu, tetapi juga dapat memengaruhi ketahanan keluarga dan kesejahteraan perempuan serta anak. Dengan mengenali tanda-tandanya sejak dini, keluarga diharapkan mampu mengambil langkah pencegahan dan mencari bantuan sebelum dampaknya semakin luas.
Sebagai langkah pencegahan, orang tua dan masyarakat diajak untuk membatasi akses ke situs perjudian, mengelola keuangan secara bijak, memperkuat dukungan keluarga, serta berkonsultasi dengan tenaga profesional apabila menghadapi permasalahan kecanduan. Pendampingan anak di ruang digital juga perlu dilakukan melalui keteladanan, komunikasi yang hangat, dan kesepakatan keluarga mengenai penggunaan gawai dan internet. Kehadiran berbagai organisasi perempuan dan unsur masyarakat dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperluas penyebaran informasi serta memperkuat gerakan bersama dalam melindungi keluarga dari bahaya judi online. Edukasi tersebut menegaskan bahwa rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang pertama bagi anak untuk belajar mengenali risiko, membangun karakter, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Peran orang tua menjadi sangat penting dalam memastikan anak memperoleh manfaat dari perkembangan digital tanpa mengabaikan keselamatan dan kesejahteraannya.


Melalui kegiatan edukasi yang diselenggarakan DP3AKB Kabupaten Ngawi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi digital dan pencegahan judi online semakin meningkat. Kolaborasi antara pemerintah, keluarga, organisasi masyarakat, dan berbagai pihak terkait menjadi langkah strategis untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Orang tua diharapkan tidak hanya menjadi pengawas, tetapi juga pendamping yang mampu memberikan pemahaman dan teladan dalam penggunaan teknologi. Sebagai pesan utama kegiatan, “Stop judi online, mari lindungi keluarga kita semua.” Pesan tersebut menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga ketahanan keluarga, dan membangun budaya digital yang sehat. Dengan pengasuhan yang tangguh dan edukasi yang berkelanjutan, rumah diharapkan benar-benar menjadi sekolah digital pertama yang mampu membentuk generasi cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.
Pengadilan Agama Ngawi melaksanakan rapat kesekretariatan pada Senin, 26 Oktober 2026 bertempat di Ruang Sekretaris Pengadilan Agama Ngawi. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Pengadilan Agama Ngawi, Benny Hardiyanto, S.H., dan diikuti oleh jajaran pejabat serta pegawai di lingkungan kesekretariatan. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas administrasi kesekretariatan. Fokus utama pembahasan dalam rapat ini adalah perencanaan realisasi anggaran Triwulan IV Tahun 2026. Melalui rapat tersebut, diharapkan seluruh bagian terkait dapat menyelaraskan langkah dan menyusun strategi pelaksanaan anggaran secara terencana, efektif, dan akuntabel.
Rapat dihadiri oleh Kepala Subbagian Kepegawaian, Organisasi, dan Tata Laksana, Muhammad Ali Qoyyimuddin, S.H.I., Kepala Subbagian Umum dan Keuangan, M. Luthfi Hapsoro, S.H., Pranata Keuangan APBN, Berti Yussi Ekasari, A.Md., Pranata Komputer, Muhammad Ismail Hasan, S.Kom., serta Pengolah Data dan Informasi, Riofitri Susanti, A.Md. Kehadiran para pejabat dan pegawai tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung koordinasi lintas bidang, khususnya terkait perencanaan dan pelaksanaan anggaran. Setiap unsur memiliki peran sesuai tugas dan fungsi masing-masing dalam menunjang kelancaran administrasi serta pengelolaan sumber daya satuan kerja. Dengan koordinasi yang baik, berbagai kebutuhan dan kendala yang berkaitan dengan pelaksanaan anggaran dapat diidentifikasi dan dibahas bersama. Hal ini juga menjadi wujud komitmen bersama dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik di lingkungan Pengadilan Agama Ngawi.

Dalam pembahasan, rapat menitikberatkan pada perencanaan realisasi anggaran Triwulan IV Tahun 2026 agar pelaksanaannya dapat berjalan sesuai dengan rencana kerja dan ketentuan yang berlaku. Perhatian diberikan pada pentingnya kesesuaian antara perencanaan kebutuhan, jadwal pelaksanaan kegiatan, dan ketersediaan anggaran. Selain itu, koordinasi antarbagian diperlukan untuk memastikan setiap program dan kegiatan yang telah direncanakan dapat dilaksanakan secara optimal. Pengelolaan anggaran yang baik juga membutuhkan ketelitian dalam administrasi, ketepatan dalam pelaksanaan, serta pemantauan secara berkala terhadap perkembangan realisasi. Melalui pembahasan ini, seluruh peserta diharapkan dapat meningkatkan sinergi dan tanggung jawab dalam mendukung pencapaian target realisasi anggaran pada akhir tahun.
Sekretaris Pengadilan Agama Ngawi, Benny Hardiyanto, S.H., menekankan pentingnya perencanaan yang matang, koordinasi yang berkesinambungan, dan tanggung jawab dalam setiap tahapan pengelolaan anggaran. Rapat kesekretariatan ini menjadi sarana untuk menyamakan persepsi serta memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam mewujudkan pengelolaan anggaran yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Setiap bagian diharapkan dapat menjalankan tugas sesuai dengan kewenangannya serta memastikan pelaksanaan kegiatan tetap berpedoman pada peraturan yang berlaku. Dengan perencanaan yang baik dan kerja sama yang solid, realisasi anggaran Triwulan IV diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Pengadilan Agama Ngawi. Semangat kolaborasi tersebut menjadi landasan penting dalam meningkatkan kualitas kinerja organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai pesan dalam pelaksanaan tugas kesekretariatan, “Perencanaan yang matang, koordinasi yang kuat, dan pengelolaan anggaran yang akuntabel merupakan kunci untuk mewujudkan kinerja organisasi yang efektif dan bertanggung jawab.” Pesan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh jajaran untuk senantiasa mengedepankan profesionalisme, integritas, dan kedisiplinan dalam melaksanakan setiap tugas. Melalui rapat kesekretariatan ini, Pengadilan Agama Ngawi terus berupaya memperkuat tata kelola administrasi dan keuangan guna mendukung pelaksanaan tugas peradilan yang optimal. Dengan demikian, perencanaan realisasi anggaran Triwulan IV Tahun 2026 diharapkan dapat terlaksana secara terarah dan memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian target kinerja satuan kerja.
Apel Akbar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Kabupaten Ngawi Tahun 2026 digelar di Alun-Alun Merdeka Kabupaten Ngawi. Pada hari Senin, 26 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Ngawi H. Ony Anwar Harsono, S.T., M.H., bersama Wakil Bupati Ngawi Dr. Dwi Rianto Jatmiko, M.H., M.Si. Apel akbar ini turut dihadiri oleh Ketua Pengadilan Agama Ngawi, Miftahul Huda, S.Ag., M.H., serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ngawi dan para peserta apel. Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk mengenang kontribusi santri dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan sekaligus memperkuat peran santri dalam pembangunan bangsa. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarlembaga dalam mendukung terciptanya pelayanan masyarakat yang semakin terpadu dan berkualitas.
Pelaksanaan apel akbar tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para santri, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai keagamaan, persatuan, dan semangat kebangsaan. Melalui peringatan ini, seluruh elemen masyarakat diajak untuk terus menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial. Nilai-nilai yang diajarkan di lingkungan pesantren, seperti keikhlasan, kemandirian, dan pengabdian, diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam pelaksanaan tugas pemerintahan. Kehadiran berbagai unsur pimpinan daerah dalam kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya kebersamaan dalam membangun Kabupaten Ngawi. Dengan semangat Hari Santri Nasional, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga peradilan, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Partisipasi Ketua Pengadilan Agama Ngawi dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergitas antara Pengadilan Agama Ngawi dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Ngawi. Kolaborasi antarlembaga memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan publik yang lebih efektif, terkoordinasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong komunikasi serta koordinasi yang semakin baik dalam pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing instansi. Dengan adanya kerja sama yang berkesinambungan, berbagai kebutuhan masyarakat diharapkan dapat ditangani secara lebih terarah sesuai kewenangan setiap lembaga. Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan masyarakat membutuhkan komitmen bersama, keterbukaan dalam koordinasi, serta tanggung jawab dari seluruh unsur terkait.
Momentum Hari Santri Nasional Tahun 2026 juga mengingatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, baik pendidikan, keagamaan, maupun sosial. “Dari pesantren kita belajar ilmu, dari ulama kita belajar perjuangan, dan dari Indonesia kita belajar arti pengabdian.” Pesan tersebut menjadi pengingat pentingnya membangun kerja sama yang berkelanjutan demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat kebersamaan yang tercermin dalam apel akbar diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Setiap instansi diharapkan terus meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, dan mengedepankan kepentingan masyarakat dalam memberikan pelayanan. Dengan demikian, nilai-nilai Hari Santri Nasional dapat menjadi inspirasi bagi seluruh elemen daerah untuk berkontribusi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang lebih baik.
Melalui Apel Akbar Hari Santri Nasional Kabupaten Ngawi Tahun 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Merdeka pada 26 Oktober 2026, diharapkan semangat persatuan, pengabdian, dan kebangsaan semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas antara Pengadilan Agama Ngawi, pemerintah daerah, dan unsur Forkopimda dalam mendukung pelayanan masyarakat yang terpadu. Ke depan, koordinasi dan kolaborasi antarlembaga diharapkan terus ditingkatkan agar pelaksanaan tugas masing-masing instansi dapat berjalan secara optimal. Peringatan Hari Santri Nasional juga diharapkan mendorong generasi muda, khususnya kalangan santri, untuk terus berperan aktif dalam pembangunan daerah. Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, Kabupaten Ngawi diharapkan semakin mampu menghadirkan pelayanan yang berkualitas serta memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Page 2 of 132
Jam Pelayanan :
Hari Senin - Kamis : 08.00 - 16.00 WIB
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB
___________________________
Hari Jumat : 07.30 - 16.00 WIB
Istirahat : 11.00 - 13.00 WIB
Copyright © 2024 Team IT Pengadilan Agama Ngawi