Tautan Terkait :
- Mahkamah Agung RI
- Kepaniteraan MA RI
- Badan Pengawasan MA RI
- Ditjen Badilag
- PTA Surabaya
- Pemkab Ngawi

Ngawi, 16 September 2025 – Dalam rangka meningkatkan kemampuan dokumentasi dan publikasi visual, Pengadilan Agama Ngawi menyelenggarakan Pelatihan Fotografi Jurnalistik pada Selasa (16/9). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Media Center ini diikuti oleh seluruh tim media PA Ngawi dan dihadiri oleh Ketua A. Mahfudin, S.Ag., M.H., Wakil Ketua Ahsan Dawi, S.Ag., M.H., serta Panitera Tamaji, S.Ag., M.H. Tentunya dihadiri pula oleh seluruh anggota tim website dan media sosial PA Ngawi. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali tim media dengan teknik-teknik fotografi jurnalistik yang tepat.

Dengan adanya DDTK kali ini seluruh peserta diharapkan mampu menghasilkan dokumentasi visual yang informatif, estetik, dan sesuai dengan kaidah jurnalistik modern. Pelatihan pada siang hari ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua PA Ngawi. Dalam sambutannya, Wakil Ketua Pengadilan Agama Ngawi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap kemampuan tim media dalam mendukung transparansi lembaga melalui visualisasi kegiatan dapat terus ditingkatkan. “Media Sosial adalah wajah dari lembaga. Dokumentasi yang baik akan memberi kesan profesional dan terbuka kepada masyarakat,” ujar beliau. KPA Ngawi juga mendukung penuh DDTK fotografi jurnalistik yang diselenggarakan hari ini, beliau juga berharap kepada seluruh tim media sosial yang hadir untuk menyerap ilmu yang dipaparkan dan mengimplementasikan dengan baik.

Pelatihan berlangsung interaktif dengan menghadirkan narasumber Santosa Budi Raharjo, S.H. yang merupakan master IT sekaligus staf PTIP PA Ngawi. Santosa Budi memaparkan bahwa komponen fotografi terdiri dari 8 item yakni relevansi, actual, human interest, momen yang tepat, komposisi, konteks atau latar belakang, etika jurnalistik, dan kekuatan visual. Selain itu beliau juga menjelaskan terkait exposure fotografi, komposisi dalam fotografi serta Teknik pengambilan gambar. Para peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga sangat aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi.
Salah satu peserta, Ismail, menanyakan mengenai teknik “iso’ pengambilan gambar pada kegiatan di PA Ngawi serta terkait pencahayaan ruang. Pertanyaan tersebut dijawab dengan tips teknik framing, pemanfaatan sudut pengambilan gambar, serta pentingnya menangkap momen ekspresi atau interaksi dalam kegiatan resmi. Seluruh peserta tampak antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan hingga akhir. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan tim media Pengadilan Agama Ngawi dapat menghasilkan konten visual yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga kuat secara naratif dan sesuai dengan prinsip jurnalistik. (AM)

Ngawi, 17 September 2025 – Pengadilan Agama (PA) Ngawi kembali membuka ruang diskusi dan berbagi ilmu lewat kegiatan sharing session setiap minggu. Kegiatan sharing session dilaksanakan di ruang media Center PA Ngawi pada rabu (17/09). Kegiatan ini dimulai pukul 14.00 WIB. Kali ini, peserta yang hadir adalah mahasiswa dari Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Jombang sejumlah Sembilan mahasiswa dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri sejumlah sebelas mahasiswa, yang tengah menjalani program praktik pengalaman lapangan di PA Ngawi selama satu bulan.

Acara berlangsung hangat dan santai, dipandu langsung oleh narasumber utama yakni M. Luthfi Hapsoro selaku Kasubag Umum dan Keuangan PA Ngawi. Dalam kesempatan ini, beliau menyampaikan materi seputar bidang kesekretariatan di lingkungan peradilan agama, khususnya PA Ngawi. Adapun beberapa poin penting, yang disampikan yaitu: Bidang PTIP (Perencanaan, Teknologi Informasi, dan Pelaporan), bidang Kepegawaian dan Ortala (Organisasi dan Tata Laksana), serta bidang Umum dan Keuangan. Mahasiswa. Mahasiswa yang mengikuti pun sangat antusias dan menyimak apa yang disampaikan.

Melalui pemaparannya, Luthfi menjelaskan peran strategis bagian kesekretariatan dalam mendukung kelancaran tugas pokok dan fungsi pengadilan. Tak hanya menjabarkan teori, beliau juga menyisipkan pengalaman langsung serta tips praktis yang relevan dengan dunia kerja di Peradilan. “Kesekretariatan itu ibarat mesin pendukung utama. Tanpa sistem yang rapi dan SDM yang solid, pelayanan kepada masyarakat tidak akan maksimal,” ungkapnya di tengah sesi diskusi” Tegas M. Luthfi. Mahasiswa pun semarak mendengarkan dan mencatat dengan buku catatan kecil yang dibawa.

Para mahasiswa terlihat sangat bersemangat mengikuti sharing session ini. Beberapa di antaranya aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari sistem keuangan negara hingga struktur organisasi di lingkungan peradilan agama. “Saya jadi lebih paham tentang bagaimana birokrasi berjalan, khususnya di Pengadilan Agama Ngawi Penjelasan dari narasumber sangat mudah dipahami,” ujar salah satu peserta dari IAIN Kediri. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengalaman praktis bagi mahasiswa PPL, sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antara dunia akademik perguruan tinggi dan lembaga peradilan. PA Ngawi sendiri rutin mengadakan kegiatan serupa sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan generasi muda, khususnya dalam memahami sistem kerja di lingkungan peradilan agama. (AM)
Ngawi – Pengadilan Agama Ngawi kelas 1A berhasil menerapkan registrasi perkara melalui Aplikasi E-Court secara 80%. Pada tahun 2024 Pengadilan Agama Ngawi Kelas 1A menerapkan registrasi perkara menggunakan Aplikasi E-Court 50%. Namun, terhitung mulai Januari 2025 Pengadilan Agama Ngawi menerapkan registrasi perkara menggunakan E-Court 80% sesuai dengan target yang ditentukan oleh Badilag.

Aplikasi E-Court ini merupakan penerapan dari Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2018 tentang Administrasi Perkara Secara Elektronik di Pengadilan. Aplikasi ini, sebagaimana disampaikan Ketua Mahkamah Agung, terdiri dari tiga fitur utama, yakni pendaftaran perkara (e-filing), pembayaran panjar uang perkara (e-payment) dan penyampaian pemberitahuan dan pemanggilan persidangan secara elektronik (e-summons).

Aplikasi E-Court ini mendapat sambutan baik oleh para pihak yang mendaftar perkara. Selain kemudahan akses, aplikasi ini dinilai lebih murah dibandingkan dengan pendaftaran secara manual. “murah dan pemanggilan lewat handphone, jadi tidak perlu takut apabila ada jurusita yang mengantarkan surat panggilan kerumah sedangkan kita sedang bepergian” ujar salah satu pihak yang mendaftar perkara.
Hal ini dikarenakan pada Aplikasi E-Court meniadakan komponen biaya pemanggilan untuk penggugat, yang kemudian diganti pemanggilan secara E-Summons melalui E-mail atau pesan whatsapp.
Sejak diluncurkan pada tahun 2018, aplikasi E-Court terus melakukan perbaikan dan perataan penerapan pada seluruh peradilan umum, peradilan agama dan TUN di seluruh Indonesia.

Ngawi, 16 September 2025 – Mushola Al-Mahkamah Pengadilan Agama Ngawi sore ini tampak lebih ramai dari biasanya. Usai salat Ashar berjamaah, para pegawai dan jamaah berkumpul dalam kegiatan Ngaji Bersama Ketua PA Ngawi A. Mahfudin, S.Ag., M.H. Kegiatan ngaji sore ini dilaksanakan setelah melaksanakan sholat ashar berjamaah yang dimulai pukul 15.00 WIB. Hadir pula Wakil Ketua PA Ngawi Ahsan Dawi, S.H., S.H.I., M.S.I. serta para hakim, panitera, panitera muda, kasubag serta seluruh karyawan karyawati PA Ngawi.

Dengan suasana yang santai namun penuh kekhusyukan, Ketua PA Ngawi memimpin langsung jalannya ngaji. Kegiatan Ngaji Bersama Ketua PA Ngawi kembali digelar dengan materi khusus seputar ilmu tajwid. Menariknya, para jamaah yang hadir tak hanya duduk mendengarkan. Mereka juga membawa buku catatan kecil untuk mencatat poin-poin penting dari kajian yang disampaikan. Hal ini menunjukkan antusiasme dan keseriusan mereka dalam menyerap ilmu agama. Dengan suasana santai namun tetap fokus, Ketua PA Ngawi membimbing langsung pembahasan tajwid, mulai dari hukum bacaan idgham bilaghunnah dan bighunnah hingga contoh-contoh bacaan dalam Al-Qur’an yang sering dijumpai dalam keseharian.

Salah satu karyawati PA Ngawi, Berti Yussi yang sangat bersemangat dan antusias mengikuti ngaji sore ini. “Senang sekali bisa ikut ngaji langsung bersama Bapak KPA Ngawi. Banyak hal baru yang kami pelajari, dan alhamdulillah bisa dicatat untuk jadi bekal pribadi,” ujar Berti. Para jamaah yang hadir dengan tekun mencatat poin-poin penting dari penjelasan yang disampaikan, agar bisa dipelajari dan dipraktikkan kembali di rumah maupun saat membaca Al-Qur’an di kemudian hari. Salah satu jamaah mengatakan, “Materi tajwid ini penting banget, apalagi buat kita yang ingin memperbaiki cara baca Al-Qur’an. Alhamdulillah, penjelasan dari Pak Ketua sangat mudah dipahami,” ujar Abdullah Ahmad.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang menambah ilmu, tapi juga mempererat hubungan antarpegawai di lingkungan PA Ngawi. Rencananya, ngaji bersama ini akan dijadikan agenda rutin sebagai bagian dari pembinaan rohani dan peningkatan spiritualitas di tempat kerja. Dengan semangat belajar yang tinggi dan lingkungan yang mendukung, kegiatan ngaji seperti ini diharapkan dapat terus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di kalangan warga PA Ngawi. Dengan semangat kebersamaan dan haus akan ilmu, suasana ngaji sore itu pun ditutup dengan senyum dan hati yang lebih tenang. (AM)

Ngawi – Pengadilan Agama (PA) Ngawi resmi membuka program magang Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Kediri Tahun 2025. Kegiatan pembukaan dilaksanakan pada Senin, 15 September 2025, bertempat di Media Center PA Ngawi. Sebanyak 11 mahasiswa diterima secara resmi untuk mengikuti kegiatan magang tersebut. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Ketua PA Ngawi, A. Mahfudin, S.Ag., M.H., Dosen Pembimbing Lapangan, Amrul Mutaqin, M.EI., serta Hakim sekaligus Dosen Pamong, Lusiana Mahmudah, S.H.I., M.H.

Dalam sambutannya, Ketua PA Ngawi menyampaikan bahwa kegiatan magang merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan mahasiswa dengan praktik nyata di dunia peradilan. Menurutnya, ilmu yang diperoleh di bangku kuliah akan lebih bermakna jika dipadukan dengan pengalaman langsung di lapangan. Kehadiran mahasiswa magang diharapkan dapat memberi warna baru dalam dinamika kegiatan di PA Ngawi. Selain itu, program ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan hukum secara aplikatif.

Dosen Pembimbing Lapangan, Amrul Mutaqin, M.EI., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang baik antara PA Ngawi dan IAIN Kediri. Ia menekankan bahwa keberhasilan mahasiswa dalam menjalani PKL ditentukan oleh keseriusan mereka dalam belajar serta kedisiplinan dalam melaksanakan tugas. Menurutnya, praktik lapangan adalah kesempatan emas untuk memahami realitas hukum di pengadilan. Ia juga berpesan agar mahasiswa tidak hanya mencari pengalaman, tetapi juga menjaga nama baik institusi asalnya.

Sementara itu, Lusiana Mahmudah, S.H.I., M.H., yang bertindak sebagai dosen pamong sekaligus hakim PA Ngawi, menegaskan bahwa mahasiswa akan mendapatkan bimbingan langsung dari aparatur pengadilan. Beliau menambahkan bahwa PA Ngawi selalu membuka diri untuk kolaborasi dengan dunia akademik. “Magang bukan hanya tentang melihat, tetapi juga tentang belajar, memahami, dan menanamkan nilai-nilai profesionalisme,” ujarnya.

Acara pembukaan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai simbol dimulainya kegiatan magang. Seluruh mahasiswa terlihat antusias untuk memulai proses belajar di lingkungan peradilan. Sebagai penegasan, Ketua PA Ngawi menyampaikan pesan inspiratif: “Belajarlah dengan sungguh-sungguh, karena ilmu yang dipadukan dengan pengalaman akan menjadi bekal berharga dalam menapaki masa depan.” RFS
Page 63 of 89
Jam Pelayanan :
Hari Senin - Kamis : 08.00 - 16.00 WIB
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB
___________________________
Hari Jumat : 07.30 - 16.00 WIB
Istirahat : 11.00 - 13.00 WIB
Copyright © 2024 Team IT Pengadilan Agama Ngawi