Tautan Terkait :
- Mahkamah Agung RI
- Kepaniteraan MA RI
- Badan Pengawasan MA RI
- Ditjen Badilag
- PTA Surabaya
- Pemkab Ngawi

Ngawi – Pengadilan Agama (PA) Ngawi kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam pengelolaan keuangan negara. Pada kegiatan Press Release APBN Triwulan III Lingkup Madiun Raya Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Madiun Raya melalui zoom meeting, PA Ngawi berhasil meraih peringkat 1 realisasi belanja APBN tertinggi per satuan kerja (satker) di antara seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) mitra KPPN Madiun hingga bulan September 2025.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut diikuti oleh seluruh satker mitra KPPN Madiun, termasuk instansi vertikal dan lembaga negara di wilayah Madiun, Magetan, Ngawi, dan Ponorogo. PA Ngawi menghadiri kegiatan tersebut dari ruang kerja kantor Pengadilan Agama Ngawi, dan secara resmi menerima pengumuman prestasi tersebut dalam sesi pemaparan kinerja keuangan triwulan III. Berdasarkan data KPPN Madiun, PA Ngawi menempati peringkat 1 untuk klaster pagu anggaran Rp1 miliar hingga Rp10 miliar dari total 62 satker, dengan persentase realisasi mencapai 88,10%.

Peringkat kedua diraih oleh KPU Kabupaten Ponorogo dengan realisasi 87,44%, sedangkan KPU Kabupaten Magetan menempati posisi ketiga dengan 87,40%. Capaian PA Ngawi ini menunjukkan keberhasilan lembaga tersebut dalam mengelola anggaran secara efektif, efisien, dan sesuai prinsip tata kelola keuangan negara yang akuntabel. Keberhasilan ini juga menjadi bukti nyata komitmen pimpinan dan seluruh pegawai PA Ngawi dalam menjalankan tugas secara profesional serta berorientasi pada hasil yang optimal.
Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Agama Ngawi menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh jajarannya yang telah berkontribusi terhadap capaian tersebut. “Kami sangat bersyukur atas prestasi ini. Penghargaan ini bukan hanya tentang angka realisasi, tetapi juga tentang semangat untuk menjaga integritas dan tanggung jawab dalam mengelola anggaran negara. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat pencari keadilan,” ujarnya.

Dengan capaian ini, PA Ngawi menegaskan komitmennya untuk terus mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pengelolaan anggaran di tahun-tahun berikutnya. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi contoh inspiratif bagi satuan kerja lain di lingkungan Madiun Raya dalam mewujudkan pengelolaan APBN yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. RF

Ngawi, 17 Oktober 2025 – Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Ditjen Badilag) mengadakan seminar daring bertajuk How American Courts Handle Harassment and Bullying in the Workplace " pada hari Jumat, 17 Oktober 2025. Seminar ini diselenggarakan secara virtual dimulai pada pukul 09.00 s.d 11.30 WIB. Giat ini diikuti oleh para hakim serta aparatur Pengadilan Agama Ngawi dari ruang Media Center Pengadilan Agama Ngawi. Kegiatan ini diselenggarakan sesuai surat undangan mengikuti seminar Nasional secara daring nomor 2769/DJA/DL.1.10/X/2025 tanggal 14 Oktober 2025.

Seminar Nasional dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari memorandum Yang Mulia Ketua Muda Pembinaan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 21/KM.BIN/HM3.1.2/X/2025 Tanggal 9 Oktober 2025. Hal ini terkait perihal Himbauan untuk Mengikuti Seminar Nasional Program Pertukaran Pengetahuan Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) dengan topik "Sexual Harassment at Workplace 101 & How American Courts Handle Harassment and Bullying in the Workplace" secara daring. Seminar ini menghadirkan narasumber ahli dari Amerika Serikat Judge Ashleigh Parker Hakim pada Wake Country District Court. Pada sesi kali ini akan memberikan perspektif perbandingan mengenai praktik dan kebijakan peradilan di Amerika Serikat dalam menangani pelecehan dan perundungan di tempat kerja termasuk kode etik peradilan, mekanisme pengaduan, serta system perlindungan internal.

Seminar kali ini menguraikan dan membagikan praktik-praktik terbaik (best practices) serta pendekatan hukum yang diterapkan pengadilan-pengadilan di AS dalam menangani kasus pelecehan (harassment) dan perundungan (bullying) di lingkungan kerja. Hal ini menjadi perhatian penting mengingat isu kesehatan mental dan keselamatan kerja semakin mendapat sorotan di lingkungan peradilan maupun instansi pemerintah secara umum. Narasumber Judge Parker menjelaskan bahwa sistem peradilan di AS menekankan pada prinsip perlindungan terhadap korban, pencegahan kekerasan non-fisik, serta penegakan hukum yang adil dan sensitif terhadap isu psikologis. Beliau juga menyoroti pentingnya peran kebijakan internal lembaga dalam mencegah terjadinya perundungan, serta mekanisme pelaporan yang aman dan mendukung bagi korban.
Selain itu, Beliau menyampaikan beberapa contoh kasus yang pernah ditangani pengadilan distrik di Amerika, yang menunjukkan bagaimana pentingnya dokumentasi, kesaksian, serta penilaian independen dari pihak pengadilan dalam menentukan keputusan hukum secara objektif. Bagi aparatur Pengadilan Agama Ngawi, seminar ini menjadi sumber pembelajaran yang sangat berharga. Hakim PA Ngawi Sapuan, S.H.I., M.H., menyampaikan bahwa materi yang disampaikan membuka wawasan baru dalam membangun lingkungan kerja yang bebas dari perundungan dan pelecehan. “Kita belajar bahwa perlindungan terhadap martabat dan keselamatan mental pegawai adalah bagian penting dari tata kelola kelembagaan yang sehat. Apa yang kita pelajari hari ini bisa menjadi bahan evaluasi dan penguatan kebijakan internal kita,” ujarnya. Penyelenggaraan seminar ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Ditjen Badilag untuk mendorong reformasi birokrasi yang berorientasi pada keadilan, profesionalitas, dan perlindungan hak-hak aparatur. Seminar daring ini juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat kapasitas peradilan agama untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, bebas dari tekanan, diskriminasi, maupun kekerasan verbal dan psikologis. Dengan hadirnya narasumber internasional seperti Judge Ashleigh Parker, para peserta diharapkan tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengadopsi nilai-nilai universal tentang keadilan dan perlindungan hak asasi manusia dalam konteks kerja profesional di lingkungan pengadilan agama, khususnya Pengadilan Agama Ngawi. (AM)

Ngawi, 17 Oktober 2025 – Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Ditjen Badilag) mengadakan seminar daring bertajuk "Sexual Harassment at Workplace 101" pada hari Jumat, 17 Oktober 2025. Seminar ini diselenggarakan secara virtual dimulai pada pukul 09.00 s.d 11.30 WIB. Giat ini diikuti oleh para hakim serta aparatur Pengadilan Agama Ngawi dari ruang Media Center Pengadilan Agama Ngawi. Kegiatan ini diselenggarakan sesuai surat undangan mengikuti seminar Nasional secara daring nomor 2769/DJA/DL.1.10/X/2025 tanggal 14 Oktober 2025.

Seminar Nasional dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari memorandum Yang Mulia Ketua Muda Pembinaan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 21/KM.BIN/HM3.1.2/X/2025 Tanggal 9 Oktober 2025. Hal ini terkait perihal Himbauan untuk Mengikuti Seminar Nasional Program Pertukaran Pengetahuan Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) dengan topik "Sexual Harassment at Workplace 101 & How American Courts Handle Harassment and Bullying in the Workplace" secara daring. Topik ini sejalan dengan komitmen Mahkamah Agung untuk membangun lingkungan peradilan yang aman dan bermartabat. Dengan adanya seminar ini dapat menambahkan kesadaran dan pemahaman yang lebih kuat di kalangan hakim dan aparatur peradilan mengenai pentingnya pencegahan serta penanganan pelecehan di tempat kerja.

Narasumber utama dalam seminar ini adalah Ibu Imelda Riris, seorang praktisi dan pemerhati isu-isu perlindungan perempuan di lingkungan kerja. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan pentingnya kesadaran dan pemahaman yang tepat mengenai pelecehan seksual di tempat kerja, khususnya di lingkungan lembaga peradilan yang menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan keadilan gender. Kegiatan dimulai pada pagi ini, menekankan pentingnya seminar ini sebagai bentuk edukasi dan upaya preventif terhadap potensi pelecehan seksual di lingkungan kerja. Dalam sesi penyampaian materi, Ibu Imelda Riris menjelaskan berbagai bentuk pelecehan seksual, baik verbal maupun non-verbal, serta dampaknya terhadap korban dan lingkungan kerja secara keseluruhan.
Beliau juga memberikan pemahaman hukum terkait, termasuk mekanisme pelaporan dan perlindungan bagi korban, sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia. Para peserta aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab, yang menunjukkan antusiasme serta kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan seksual. Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian program peningkatan kapasitas SDM peradilan agama yang digagas oleh Ditjen Badilag, guna menciptakan budaya kerja yang sehat dan beretika di seluruh satuan kerja peradilan agama. Dengan terselenggaranya seminar ini, diharapkan para hakim dan aparatur Pengadilan Agama Ngawi dapat menjadi agen perubahan dalam mencegah dan menanggulangi pelecehan seksual di tempat kerja, serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan peradilan yang lebih manusiawi dan adil bagi semua pihak. (AM)

Magetan – Pengadilan Agama Koordinator Wilayah (Korwil) Madiun menggelar rapat koordinasi pada Jumat, 17 Oktober 2025, bertempat di Rumah Makan Banyumili, Magetan. Kegiatan ini dihadiri oleh para Ketua, Panitera, dan Sekretaris Pengadilan Agama se-wilayah Korwil Madiun. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Korwil Madiun, Bapak Rasyid Muzhar, S.Ag., M.H., bersama Sekretaris Korwil Madiun, Bapak Tamaji, S.Ag., M.H..
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan tenis bersama di Lapangan Pelti Magetan sebagai bentuk kegiatan olahraga dan kebersamaan antar aparatur peradilan. Setelah itu, dilanjutkan dengan agenda utama yaitu rapat koordinasi yang membahas berbagai isu strategis dalam rangka peningkatan kinerja satuan kerja di bawah Korwil Madiun. Rapat ini menjadi wadah untuk menyamakan persepsi dan membangun sinergi antar pengadilan agama agar mampu menghadapi tantangan kinerja di masa mendatang.

Dalam arahannya, Ketua Korwil Madiun, Rasyid Muzhar, menegaskan pentingnya kolaborasi dan komunikasi yang efektif di antara pimpinan satuan kerja. Menurutnya, keberhasilan organisasi peradilan tidak hanya ditentukan oleh kinerja individu, tetapi juga oleh soliditas dan semangat kebersamaan seluruh jajaran. “Kegiatan seperti ini bukan sekadar koordinasi administratif, tetapi juga momentum memperkuat silaturahmi dan meneguhkan komitmen pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Korwil Madiun, Tamaji, menambahkan bahwa setiap satuan kerja di wilayah Madiun harus terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pelayanan publik dan akuntabilitas kinerja. Ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap capaian dan kendala yang dihadapi masing-masing pengadilan. Dengan suasana diskusi yang hangat dan terbuka, para peserta rapat juga saling berbagi pengalaman dan solusi terkait pelaksanaan tugas di satuan kerja masing-masing.

Sebagai penutup, Ketua Korwil Madiun menyampaikan pesan bahwa keberhasilan lembaga peradilan agama di wilayah Madiun harus berangkat dari komitmen bersama dalam menjaga integritas dan profesionalisme. “Kinerja yang unggul lahir dari kerja sama yang solid dan niat tulus untuk memberikan pelayanan yang adil, cepat, dan transparan kepada masyarakat,” tegasnya. RF

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Dharmayukti Karini ke-23, Dharmayukti Karini Cabang Ngawi kembali melaksanakan kegiatan bakti sosial pada Jumat, 17 Oktober 2025. Kegiatan sosial ini merupakan rangkaian kedua dari program berbagi kasih yang sebelumnya telah digelar di Panti Asuhan Al Munawwarah 02. Kali ini, para ibu-ibu Dharmayukti Karini Cabang Ngawi melaksanakan kunjungan ke Panti Asuhan Muhammadiyah Ngawi. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak panti asuhan.

Acara bakti sosial tersebut dihadiri oleh Ketua Dharmayukti Karini Cabang Ngawi beserta jajaran pengurus dan seluruh anggota. Dalam kegiatan ini, rombongan menyerahkan berbagai bantuan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan harian, serta bantuan dana untuk mendukung operasional panti. Suasana haru dan bahagia tampak terpancar dari wajah anak-anak panti yang menyambut dengan penuh keceriaan. Selain memberikan bantuan, para anggota Dharmayukti Karini juga berinteraksi langsung dengan anak-anak panti, memberikan semangat dan motivasi agar mereka terus berjuang meraih cita-cita.

Ketua Dharmayukti Karini Cabang Ngawi dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bahagianya karena dapat kembali melaksanakan kegiatan sosial di momen peringatan HUT ke-23 ini. Beliau menekankan bahwa kegiatan bakti sosial merupakan wujud nyata kepedulian sosial dan bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. “Bakti sosial ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan cerminan semangat kebersamaan dan kasih sayang terhadap sesama. Kami ingin berbagi kebahagiaan agar anak-anak di panti juga dapat merasakan perhatian dan kasih dari kami,” ujar Ketua Dharmayukti Karini.

Kegiatan bakti sosial ini diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto kenang-kenangan antara anggota Dharmayukti Karini dan anak-anak panti. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial semakin tumbuh dalam diri seluruh anggota Dharmayukti Karini. Melalui kegiatan ini pula, Dharmayukti Karini Cabang Ngawi berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam kegiatan sosial yang membawa manfaat bagi masyarakat luas. Pesan yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah bahwa kepedulian dan kasih sayang tidak mengenal batas; sekecil apapun kebaikan yang diberikan, akan selalu berarti besar bagi yang membutuhkan. RF
Page 55 of 88
Jam Pelayanan :
Hari Senin - Kamis : 08.00 - 16.00 WIB
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB
___________________________
Hari Jumat : 07.30 - 16.00 WIB
Istirahat : 11.00 - 13.00 WIB
Copyright © 2024 Team IT Pengadilan Agama Ngawi