Tautan Terkait :
- Mahkamah Agung RI
- Kepaniteraan MA RI
- Badan Pengawasan MA RI
- Ditjen Badilag
- PTA Surabaya
- Pemkab Ngawi

Pengadilan Agama (PA) Ngawi turut serta dalam Rapat Koordinasi Penyelesaian Pagu Minus Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung RI pada Selasa, 9 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting sesuai dengan undangan resmi yang termuat dalam surat Nomor 1975/BUA.3/UND.KU1/XII/2025. PA Ngawi mengikuti kegiatan tersebut dari Ruang Media Center PA Ngawi, dengan fasilitas yang disiapkan untuk memastikan kelancaran partisipasi daring. Keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian anggaran menjelang akhir tahun. Pelaksanaan rapat berlangsung tertib, efektif, dan diikuti oleh berbagai satuan kerja pengadilan di seluruh Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, PA Ngawi diwakili oleh dua pejabat struktural, yaitu Kasubbag Umum dan Keuangan serta Kasubbag Perencanaan, Teknologi Informasi, dan Pelaporan (PTIP). Keduanya mengikuti rangkaian agenda rapat yang meliputi penyampaian kondisi pagu minus nasional, arahan penyelesaian ketidaksesuaian anggaran, serta langkah-langkah penyesuaian yang harus dilaksanakan satuan kerja. Materi paparan dari Biro Keuangan Mahkamah Agung disampaikan secara rinci melalui pemaparan digital yang menjelaskan penyebab, dampak, dan strategi penanganan pagu minus. Para peserta diberi kesempatan untuk melakukan klarifikasi terkait kondisi anggaran masing-masing satker. Kehadiran perwakilan PA Ngawi menunjukkan keseriusan lembaga dalam memastikan pengelolaan anggaran yang akuntabel.

Rapat koordinasi ini juga membahas aspek teknis, termasuk pemutakhiran data anggaran, sinkronisasi perencanaan, serta penggunaan aplikasi pelaporan yang terintegrasi. Pemateri menekankan pentingnya ketepatan dalam pencatatan dan ketelitian dalam setiap proses administrasi anggaran, agar tidak menimbulkan deviasi pada akhir tahun. Para perwakilan PA Ngawi mengikuti penjelasan dengan cermat serta mencatat sejumlah poin yang harus segera ditindaklanjuti dalam pengelolaan keuangan internal. Kegiatan berlangsung interaktif, dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan bagi satker untuk memahami solusi penyelesaian pagu minus secara komprehensif. Keseluruhan kegiatan hari ini memberikan panduan penting bagi PA Ngawi dalam memastikan pengelolaan anggaran selaras dengan standar yang ditetapkan Mahkamah Agung.

Pada sesi penutup, Kepala Biro Keuangan Mahkamah Agung menyampaikan pesan mengenai pentingnya disiplin dan akurasi dalam pengelolaan keuangan negara. “Pengelolaan anggaran bukan hanya tentang menyerap dana, tetapi tentang menjaga kepercayaan publik melalui transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan pelaporan,” demikian pesan yang disampaikan kepada seluruh peserta rapat. Pesan ini menjadi pengingat bagi semua satker, termasuk PA Ngawi, untuk terus memperkuat tata kelola anggaran demi mendukung kinerja lembaga. Dengan turut hadir dalam rapat ini, PA Ngawi berharap dapat menyelesaikan seluruh kewajiban anggaran tahun 2025 dengan baik. Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen PA Ngawi dalam menjaga manajemen keuangan yang taat aturan dan profesional. RF

Pengadilan Agama (PA) Ngawi kembali mengikuti rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) pada agenda hari kedua yang dilaksanakan pada Jumat, 5 Desember 2025. Kegiatan berlangsung secara tatap muka melalui forum resmi yang diikuti oleh berbagai instansi pemerintah, termasuk perwakilan dari PA Ngawi. Dalam kegiatan ini, PA Ngawi diwakili oleh Siddiq Nur Iman, S.H., yang hadir sebagai peserta untuk menyerap materi terkait peningkatan kualitas pelayanan publik. Agenda hari kedua difokuskan pada pemahaman konsep Service Excellent dan pentingnya komunikasi efektif bagi aparatur layanan. Kehadiran PA Ngawi menjadi wujud komitmen lembaga dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.
Materi inti pada agenda hari kedua dipaparkan melalui presentasi berjudul Service Excellent, yang menekankan pentingnya vokal, verbal, dan visual dalam komunikasi pelayanan. Pemateri menyampaikan bahwa lebih dari 55% persepsi masyarakat terhadap pelayanan dibentuk melalui bahasa tubuh atau visual, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh intonasi suara dan pilihan kata. Penjelasan ini memberikan wawasan baru bagi peserta mengenai bagaimana setiap interaksi layanan dapat mempengaruhi citra lembaga. Peserta juga diberikan pemahaman tentang killer words dan magic words yang dapat membangun atau merusak pengalaman pengguna layanan. Melalui materi ini, aparatur diharapkan mampu lebih berhati-hati dan profesional dalam setiap bentuk komunikasi.

Selain itu, peserta agenda hari kedua juga diajak memahami konsep Moment of Truth, yaitu titik kritis ketika pengguna layanan membentuk kesan terhadap institusi. Pemateri menjelaskan bahwa kegagalan komunikasi dapat berakibat pada hilangnya kepercayaan publik, menurunnya produktivitas, bahkan merusak reputasi lembaga. Oleh karena itu, setiap petugas layanan dituntut untuk memiliki empati, kesabaran, serta kemampuan merespons keluhan masyarakat secara tepat. Di dalam sesi diskusi, peserta juga diberikan contoh kasus yang menunjukkan bagaimana komunikasi yang salah dapat menimbulkan salah persepsi dan konflik. Materi ini menegaskan bahwa pelayanan terbaik bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga tentang kemampuan memahami kebutuhan pengguna layanan.
Dalam penutupan sesi, pemateri kembali mengingatkan peserta mengenai pentingnya membangun budaya pelayanan yang humanis dan solutif. Kegiatan hari kedua ini memberikan wawasan menyeluruh mengenai strategi pelayanan terintegrasi, mulai dari teknik komunikasi, pengelolaan komplain, hingga upaya service recovery. Siddiq Nur Iman, S.H. sebagai perwakilan PA Ngawi menyimak seluruh materi dengan saksama dan akan menjadi penghubung dalam mengaplikasikan hasil bimtek di lingkungan PA Ngawi. Dengan adanya peningkatan kapasitas pegawai melalui pelatihan seperti ini, diharapkan kualitas layanan PA Ngawi semakin meningkat. “Pelayanan yang baik adalah pelayanan yang mampu memberi nilai tambah dan menciptakan pengalaman positif bagi masyarakat,” demikian pesan penting yang disampaikan pemateri dalam sesi penutup. RF

Pengadilan Agama (PA) Ngawi turut hadir pada Agenda Hari Pertama Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Pelayanan Prima Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Ngawi yang dilaksanakan pada Kamis, 24 Juli 2025, bertempat di Ruang Rapat DPMPTSP Kabupaten Ngawi. Kehadiran PA Ngawi dalam kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Undangan Resmi DPMPTSP Nomor 300.2.10/252/404.316/2025. Dalam kegiatan ini, PA Ngawi diwakili oleh Siddiq Nur Iman, S.H., yang mengikuti rangkaian materi secara penuh. Agenda hari pertama berfokus pada paparan pengembangan aplikasi antrian MPP serta penguatan standar pelayanan publik di lingkungan instansi pemerintah. Kegiatan berlangsung interaktif, kondusif, dan diikuti oleh berbagai instansi yang memberikan kontribusi dalam pelayanan publik daerah.
Materi inti pada hari pertama disampaikan oleh Dr. Rina Arum Prastyanti, S.H., M.H., dengan tema “Pelayanan Prima untuk Membangun Kepercayaan dan Kepuasan Pelanggan” sebagaimana tercantum dalam file presentasi PPT BIMTEK RINA ARUM. Materi tersebut menekankan pentingnya profesionalisme aparatur, kecepatan layanan, empati kepada pengguna layanan, serta strategi membangun kepercayaan publik. Peserta, termasuk perwakilan PA Ngawi, mendapatkan penjelasan mengenai indikator pelayanan prima dan bagaimana mengimplementasikannya dalam konteks pelayanan berbasis teknologi. Penjelasan disampaikan secara dinamis melalui visualisasi slide dan contoh nyata penerapan pelayanan prima di berbagai instansi. Pada sesi ini, peserta juga diajak merefleksikan kualitas layanan di unit masing-masing.

Kegiatan berjalan dengan suasana yang aktif, ditandai dengan partisipasi peserta yang mengajukan pertanyaan terkait peningkatan kualitas layanan di MPP. Perwakilan PA Ngawi memperhatikan dengan cermat setiap poin penting untuk diadaptasi pada sistem pelayanan peradilan, terutama pada layanan informasi, antrian, dan kepuasan pengguna layanan. Sesi diskusi memperkuat pemahaman peserta mengenai tantangan pelayanan publik modern yang menuntut transparansi, kecepatan, dan responsivitas. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada kerangka kerja evaluasi pelayanan yang dapat digunakan untuk mengukur efektivitas penerapan pelayanan prima. Materi hari pertama menjadi fondasi penting sebelum memasuki rangkaian agenda bimtek pada hari-hari berikutnya.
Dalam penutupan agenda hari pertama, pemateri menyampaikan pesan inspiratif bahwa pelayanan publik tidak hanya sekadar prosedur administratif, tetapi merupakan wujud kehadiran negara bagi masyarakat. “Pelayanan prima adalah investasi jangka panjang. Ketika kita melayani dengan hati, kepercayaan publik tumbuh, dan itulah modal utama keberhasilan instansi,” ujar Dr. Rina Arum. Pesan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh peserta, termasuk PA Ngawi, untuk terus meningkatkan kualitas layanan demi kepuasan masyarakat. Dengan keikutsertaan dalam kegiatan ini, PA Ngawi berkomitmen membawa nilai-nilai pelayanan prima ke dalam pelayanan peradilan agama. Kegiatan hari pertama ditutup dengan harapan bahwa implementasi materi dapat segera diterapkan pada setiap unit pelayanan publik. RF
Pengadilan Agama (PA) Ngawi melaksanakan kegiatan pembekalan materi bagi mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari Institut Agama Islam (IAI) Ngawi pada Jumat, 5 Desember 2025, bertempat di Ruang Sidang Satu PA Ngawi. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pendampingan mahasiswa selama menjalankan PKL di lingkungan PA Ngawi. Para mahasiswa mengikuti kegiatan secara tatap muka dengan penuh antusias dan menjaga ketertiban sepanjang acara berlangsung. Pembekalan ini bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai praktik peradilan di lingkungan Pengadilan Agama. Suasana kegiatan menunjukkan keseriusan peserta dalam menyimak materi yang diberikan.
Materi pembekalan disampaikan oleh Panitera Pengganti PA Ngawi, Ahmad Zamroni, S.H., M.H., yang memaparkan berbagai aspek terkait proses administrasi dan teknis penanganan perkara di pengadilan. Beliau menjelaskan alur penanganan perkara mulai dari pendaftaran, persidangan, hingga penyusunan putusan dan minutasi berkas. Tidak hanya teori, pemateri juga memberikan contoh kasus yang sering ditemui dalam praktik sidang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa. Penjelasan disampaikan secara runtut, interaktif, dan mudah dipahami oleh para peserta. Mahasiswa tampak aktif bertanya terkait tugas-tugas kepaniteraan dan proses peradilan yang mereka jumpai selama PKL.

Kegiatan berlangsung dengan suasana diskusi yang produktif, memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperdalam pengetahuan praktis mereka mengenai hukum acara dan tugas-tugas kepaniteraan. Pemateri menekankan pentingnya ketelitian dan integritas dalam setiap langk ah penanganan perkara. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat pemahaman mahasiswa terkait peran panitera pengganti dalam membantu hakim memastikan kelancaran proses persidangan. Para mahasiswa sangat terbantu dengan informasi konkret yang diberikan melalui simulasi singkat dan penjelasan berbasis pengalaman nyata di ruang sidang. Dengan adanya pembekalan seperti ini, mahasiswa dapat lebih siap menjalankan tugas-tugas PKL secara profesional.
Pada akhir kegiatan, pemateri menyampaikan pesan motivatif kepada seluruh mahasiswa agar menjadikan pengalaman PKL sebagai bekal berharga dalam perjalanan akademik maupun karier mereka di masa depan. “PKL di pengadilan bukan hanya tentang melihat proses sidang, tetapi tentang belajar disiplin, akurasi, dan tanggung jawab dalam melayani pencari keadilan,” ujar Ahmad Zamroni. Pesan tersebut memberikan inspirasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuan dan wawasan mereka di bidang peradilan. Dengan selesainya pembekalan ini, PA Ngawi berharap mahasiswa PKL IAI Ngawi dapat menerapkan ilmu yang diperoleh secara maksimal selama menjalankan kegiatan praktik. Kegiatan ini juga menjadi bukti komitmen PA Ngawi dalam mendukung pendidikan hukum bagi generasi muda. RF

Pengadilan Agama (PA) Ngawi melaksanakan kegiatan Senam Sehat Bersama pada Jumat, 5 Desember 2025, bertempat di Halaman Belakang PA Ngawi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh keluarga besar PA Ngawi, mulai dari pimpinan, aparatur, hingga tenaga pendukung. Senam sehat tersebut menjadi agenda rutin yang bertujuan menjaga kebugaran jasmani sekaligus mempererat kekompakan internal. Pelaksanaan kegiatan berlangsung sejak pagi hari dengan suasana penuh semangat dan antusias. Kehadiran seluruh peserta mencerminkan komitmen PA Ngawi dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan harmonis.

Senam sehat dipandu oleh instruktur yang membawakan gerakan-gerakan pemanasan, latihan inti, hingga pendinginan yang mudah diikuti oleh seluruh peserta. Para aparatur PA Ngawi tampak mengikuti rangkaian gerakan dengan ceria dan kompak, menciptakan suasana menyenangkan di awal hari kerja. Kegiatan ini juga menjadi sarana relaksasi bagi pegawai setelah menjalani rutinitas tugas pelayanan dan administrasi yang padat. Selain itu, senam bersama ini turut memberikan ruang interaksi positif antarpegawai di luar suasana formal pekerjaan. Momentum ini membawa energi baru bagi seluruh peserta untuk kembali bekerja dengan lebih segar.

Pelaksanaan senam sehat di halaman belakang PA Ngawi berlangsung aman dan tertib berkat dukungan seluruh peserta yang menjaga ketertiban selama kegiatan. Panitia juga memastikan area kegiatan dalam kondisi bersih dan aman untuk digunakan. Senam sehat menjadi salah satu bentuk komitmen PA Ngawi dalam mendorong gaya hidup aktif bagi seluruh pegawai. Kegiatan ini juga memperkuat budaya kebersamaan yang selama ini menjadi nilai penting dalam organisasi. Dengan terciptanya suasana positif seperti ini, produktivitas dan kinerja pegawai diharapkan dapat semakin meningkat.

Pada penutupan kegiatan, salah satu peserta menyampaikan pesan bahwa menjaga kesehatan adalah bagian penting dari tugas sebagai aparatur. “Kebugaran fisik sangat memengaruhi kualitas pelayanan. Dengan tubuh yang sehat, kita dapat bekerja lebih fokus, lebih cepat, dan lebih baik untuk masyarakat,” ujarnya. Kutipan tersebut menjadi pengingat bahwa kesehatan tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi kualitas kerja secara keseluruhan. Dengan berakhirnya kegiatan senam ini, PA Ngawi berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala. Senam sehat juga diharapkan menjadi budaya positif yang terus berkembang di lingkungan PA Ngawi. RF
Page 31 of 90
Jam Pelayanan :
Hari Senin - Kamis : 08.00 - 16.00 WIB
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB
___________________________
Hari Jumat : 07.30 - 16.00 WIB
Istirahat : 11.00 - 13.00 WIB
Copyright © 2024 Team IT Pengadilan Agama Ngawi